Berita Blitar

Dibekali Keterampilan, Puluhan Penyandang Disabilitas di Kota Blitar Ikut Pelatihan Membatik

Saiful Ashari (40), terlihat telaten membatik di Galeri Kampung Batik Kembang Turi, Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Selasa (8/2/2022)

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Samsul Hadi
Saiful Ashari mengikuti pelatihan membatik di Galeri Kampung Batik Kembang Turi, Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Selasa (8/2/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi

TRIBUNJATIIM.COM, BLITAR - Saiful Ashari (40), terlihat telaten membatik di Galeri Kampung Batik Kembang Turi, Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Selasa (8/2/2022).

Meski baru kali pertama membatik, tangan penyandang disabilitas asal Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, itu tampak luwes menggoreskan pewarna pada kain yang sudah dipola.

"Dulu pernah melihat orang membatik, tapi saya baru kali pertama ini praktik membatik. Tidak susah, hanya butuh telaten," kata Saiful.

Saiful merupakan satu dari 21 penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan membatik di Galeri Kampung Batik Kembang Turi, Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Baca juga: Kapolres Gresik Perintahkan Satgas Pangan Tinjau Distribusi Minyak Goreng

Pelatihan membatik itu diadakan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar untuk para penyandang disabilitas di Kota Blitar.

Setelah mengikuti pelatihan, Saiful ingin menekuni membuat kerajinan batik di rumahnya.

Kegiatan membatik bisa digunakan untuk mengisi waktu luangnya di sela-sela membuat kotak tempat belimbing di rumah.

"Saya sehari-hari membuat kotak tempat belimbing. Banyak waktu luangnya. Bisa digunakan untuk membatik," ujarnya.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Blitar, Sulaksono mengatakan pelatihan membatik ini untuk pembekalan keterampilan bagi penyandang disabilitas di Kota Blitar.

Pelatihan membatik dilaksanakan selama tiga hari dengan jumlah peserta sebanyak 21 orang penyandang disabilitas.

"Pesertanya masih terbatas, ada 21 orang penyandang disabilitas. Tiap kelurahan kami ambil satu orang plus pendamping," kata Sulaksono.

Dikatakannya, Dinsos akan melakukan penilaian terhadap para peserta pelatihan membatik untuk pengembangan ke depannya.

Rencananya, Dinsos akan membentuk kelompok usaha membatik untuk disabilitas di tiap kecamatan.

"Ke depan, harapannya di tiap kecamatan ada kelompok usaha membatik bagi disabilitas," ujarnya.

Sulaksono menjelaskan, Dinsos memilih pelatihan membatik untuk disabilitas karena ingin menguatkan komunitas batik yang sedang berkembang di Kota Blitar.

"Dari pelatihan ini kami melihat ternyata para penyandang disabilitas juga bisa membuat keterampilan membatik. Mereka terlihat telaten membatik," katanya. (sha)

Kumpulan berita Blitar terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved