Berita Trenggalek
Kakao Trenggalek Tembus Pasar Luar Negeri, Setiap Tahun Kirim 1,5 Ton
Biji kakao dari para petani di Kabupatenn Trenggalek, Jawa Timur mampu menembus pasar luar negeri.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Biji kakao dari para petani di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mampu menembus pasar luar negeri.
Kakao kualitas terbaik dari para petani di Kabupaten Trenggalek dihimpun Rumah Coklat, sebuah pusat pengembangan dan pengolahan kakao milik Pemkab Trenggalek.
Pihak Rumah Coklat kemudian menyortir biji kakao kualitas berdasarkan kualitas. Biji dengan kualitas terbaiklah yang dikirim ke luar negeri lewat sebuah perusahaan di Jakarta.
Helen Kurniawan, Operator Pengelola Kakao Rumah Coklat, mengatakan, biji kakao yang disiapkan untuk diekspor harus memenuhi kriteria tertentu.
Baca juga: Tak Lagi Andalkan Tengkulak, Harga Panen Kakao di Madiun Naik, Petani Semringah
Antara lain, biji kakao harus dalam bentuk fermentasi dengan kadar air sekitar 7 persen.
Selain itu, biji tersebut juga harus masuk dalam kategori grade A yang bisa dilihat dari ukurannya.
"Kalau grade A itu ukurannya besar. Tiap 1 ons, jumlah bijinya sekitar 90-100 biji. Sementara grade B biasanya jumlah bijinya sekitar 120 biji per 1 ons," kata Wawan, sapaan akrabnnya, Selasa (8/2/2022).
Biji kakao grande B biasanya diolah oleh Rumah Coklat menjadi berbagai macam produk. Seperti permen, bubuk, hingga minuman cokelat.
Baca juga: Cantiknya Merak Hijau di Penangkaran Hutan Kota Trenggalek, Jadi Hiburan Masyarakat
Wawan menjelaskan, permintaan biji kakao untuk dikirim ke luar negeri cukup besar. Bahkan, ketersediaan stok biji kakao di Kabupaten Trenggalek tak cukup untuk memenuhi permintaan itu.
Dalam setahun, menurut dia, biji kakao asal Kabupaten Trenggalek yang disetor ke perusahaan untuk dikirim ke luar negeri berkisar 1,5 ton.
"Karena ketersediaan biji kakao masih sedikit, kami belum berani membuat MoU (nota kesepahaman). Karena kalau MoU, kami harus mengirim sekitar 5 ton biji kakao setiap tahunnya," sambung Wawan.
Sementara hingga saat ini, jumlah biji kakao yang bisa dihasilkan oleh para petani binaan Rumah Coklat berkisar 2,5 ton per tahun.
"Itu sekitar 1 ton termasuk grade B, yang tidak bisa dikirim ke luar negeri," sambungnya.
Baca juga: 2 Perangkat Desa di Desa Ngulanwetan Trenggalek Jadi Tersangka Atas Dugaan Korupsi DD dan ADD
Eskpor biji kakao asal Kabupaten Trenggalek ini sudah berlangsung sejak 2019. Daerah tujuan ekspor itu salah satunya Jepang.
Di luar itu, harga biji kakao juga meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/biji-kakao-fermentasi-kualitas-ekspor-yang-disimpan-di-rumah-coklat-di-karangan-trenggalek.jpg)