Berita Jatim
Uji Klinis Tahap Pertama Vaksin Merah Putih, Disuntikkan ke 90 Orang Relawan
Uji klinis vaksin Merah Putih tahap pertama resmi dilakukan di RSUD dr Soetomo Surabaya dengan mekanisme menyuntikkan uji coba pada 90 orang relawan.
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
"Dan untuk kebutuhan relawan untuk uji klinis tahap ketiga mudah-mudahan kita bisa segera melengkapi karena di tahap tiga butuh 5.000 orang," pungkas Khofifah.
Sementara itu Rektor Universitas Airlangga Surabaya, Prof M Nasih mengatakan, uji klinis dilakukan setelah vaksin Merah Putih mendapatkan izin dari BPOM.
Uji klinis akan dilakukan sebanyak tiga kali. Setelah tahap pertama dilakukan penyuntikan pada 90 orang relawan, maka akan dilanjutkan dengan uji klinis dengan penyuntikan pada 400 relawan, dan uji klinis tahap ketiga pada 5.000 relawan.
"Di proses uji klinis akan ada tiga fase, fase pertama akan diikuti 90 perserta, kemudian fase kedua 400 orang dan ketiga 5.000. Karena fase dua masih harus menunggu hasil proses fase satu, maka kita akan siapkan. Tapi sebenarnya untuk fase satu dan dua sudah tersedia. Semoga semua masuk persyaratan," tegasnya.
Pihaknya pun menyampaikan terima kasihnya ada seluruh support yang telah diberikan, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah.
Terkait vaksin Merah Putih yang digadang akan bisa dijadikan sebagai vaksin booster maupun vaksin untuk anak-anak, dikatakan Prof Nasih, pihaknya menyebut semua itu harus menunggu hasil dari seluruh proses uji klinis.
Vaksin Merah Putih dikembangkan dengan platform inactive virus atau virus yang tidak aktif. Untuk tahapan uji klinisnya dijadwalkan 9 Februari 2022 hingga 8 Maret 2022 untuk fase pertama.
Untuk fase kedua akan dilakukan pada 11 Maret 2022 hingga 11 April 2022. Dan uji klinis ketiga dijadwalkan setelah lolos fase kedua pada 5.000 orang.