Berita Malang

Pesan Taksi Tengah Malam, 3 Pemuda di Malang Nekat Rampas Kendaraan, Intimidasi Sopir dengan Bisikan

Ibet Santoso (33), Muhammad Arif (27) dan Agung Prasetyo (27) tega ancam bacok lalu mencuri mobil Daihatsu Sigra milik supir taksi online untuk membay

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Ibet Santoso (33), Muhammad Arif (27) dan Agung Prasetyo (27) tega ancam bacok lalu merampas mobil Daihatsu Sigra milik supir taksi online untuk membayar hutang dan membeli sabu-sabu. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Ibet Santoso (33), Muhammad Arif (27) dan Agung Prasetyo (27) tega ancam bacok lalu mencuri mobil Daihatsu Sigra milik supir taksi online untuk membayar hutang dan membeli sabu-sabu.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Baralangi menjelaskan tindakan keji para tersangka berawal dari memesan taksi online lewat aplikasi pada Minggu (13/2/2022).

"Tersangka bernama Ibet merupakan warga Kedungkandang Kota Malang, sedangka tersangka bernama Agung dan Arif merupakan warga Wagir Kabupaten Malang. Mereka awalnya melakukan order taksi online Go Car," ujar Baralangi ketika gelar rilis di Polres Malang pada Rabu (16/11/2022).

Selanjutnya, para tersangka mendapat pengemudi bernama Ahmad Riki warga Ngenep, Karangploso, Kabupaten Malang dari aplikasi tersebut. Korban pun menyanggupi orderan para tersangka dengan menjemputnya Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu.

Jika sesuai aplikasi, para tersangka meminta diantarkan menuju Jalan Dewi Sartika, Kota Batu.

Baca juga: Jual Narkoba untuk Lunasi Hutang Orang Tua, Pria di Malang Ini Pasrah Ditangkap Polisi

Sesampainya di lokasi tujuan, para tersangka berdalih berubah pikiran dan meminta korban untuk mengantarkan ke rumah salah satu paman tersangka di Selorejo Dau, Kabupaten Malang.

Korban masih berpikir positif dan bersedia mengantarkan permintaan para tersangka tersebut.

"Korban meminta para tersangka memandu jalan karena tak tahu arah jalanan menuju Dau, tempat yang diminta para tersangka," sebut Baralangi.

Sesampainya di wilayah Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, tersangka kemudian melancarkan siasat kejinya. Sembari memegang bahu korban, para tersangka berbisik ke telinga korban.

Baca juga: Cerita Pilu Driver Ojol di Surabaya, Hari Pertama Ngojek, Motor Driver Perempuan Raib

"Mandeko timbang tak bacok atau berhentilah ketimbang saya bacok, begitu kata para tersangka," papar Baralangi.

Merasa terancam, korban akhirnya mencoba melawan. Namun, perlawanan korban dibalas dengan sebuah tarikan tangan yang membuat bahu korban terluka.

"Kemudian tersangka bilang ojok mlayu timbang tak bacok atau jangan lari ketimbang saya bacok," kata Baralangi menirukan perkataan para tersangka.

Dihinggapi ketakutan karena diintimidasi para tersangka, korban memutuskan menepikan mobilnya ke pinggir jalan.

Baca juga: Terdorong Truk Mundur, Bus Rombongan Ziarah Wali asal Bogor Kecelakaan di Lamongan, 10 Orang Terluka

Korban pun keluar dari mobilnya, lalu para tersangka mengambil mobil tersebut dan kabur. Korban sempat berteriak minta tolong dan menahan laju mobilnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved