Berita Surabaya
Mahasiswa ITS Optimalkan Kelayakan Finansial PLTSa Lewat Aplikasi Social Empowerment
Tim mahasiswa ITS berhasil menggagas solusi untuk mencapai kelayakan finansial dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) guna menarik
Penulis: Zainal Arif | Editor: Ndaru Wijayanto
Dengan begini, pembangkit listrik tersebut akan mendapatkan pasokan sampah untuk terus beroperasi, sekaligus akan memberikan efek hijau pada lingkungan dengan memanfaatkan kembali sampah yang ada.
Solusi keempat yang diberikan yaitu pembuatan aplikasi terintegrasi dengan nama Social Empowerment.
Aplikasi ini memiliki berbagai manfaat yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Tiga fitur utama dalam aplikasi ini yaitu transparansi informasi PLTSa, program hadiah, dan informasi lowongan pekerjaan.
“Hadiah itu bisa seperti poin yang didapat setiap kali pengguna memberikan sampah ke PLTSa,” ujar Amrizal.
Mahasiswa angkatan 2019 ini melanjutkan, Social Empowerment ini diusulkan dengan tujuan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya berbagai permasalahan melibatkan masyarakat sekitar PLTSa.
Dengan adanya aplikasi yang memuat berbagai informasi krusial tersebut, diharapkan masyarakat sekitar akan terbantu dengan keberadaan pembangkit listrik tersebut.
Ide yang disusun dalam waktu tiga minggu ini dituangkan dalam karya tulis berjudul Optimalisasi Kelayakan PLTSa Makassar Menggunakan Electricity Supply Chain Management dengan Bantuan Aplikasi Social Empowerment untuk Pemberdayaan Masyarakat.
Karya tulis ini pun digarap oleh Amrizal bersama dengan dua anggota timnya yakni Reyhan Hamdan Ibda’u Atma dan Muhammad Revanza Maulana.
Berkat karya tulis tersebut, tim ini berhasil meraih juara 2 dalam Business Case Competition Constrain 2022 yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin, akhir Januari lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/tim-mahasiswa-its-berhasil-menggagas-aplikasi-social-empowerment.jpg)