Berita Bisnis
Fokus Kurangi Emisi Karbon, Paiton Energy dan POMI Gencarkan Pengelolaan Sampah Lewat Proklim
Sejak 2014, perusahaan telah melaksanakan program pengelolaan sampah terpadu, melalui kegiatan bank sampah.
TRIBUNJATIM.COM - Sampah menjadi persoalan besar di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.
Dalam hal ini penanganan sampah memerlukan keterlibatan semua pihak.
Untuk itu PT Paiton Energy dan PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui program pengelolaan sampah terpadu untuk pengendalian perubahan iklim berupa pengurangan emisi karbon melalui Program Kampung Iklim (Proklim).
Baca juga: Program Hutan Rakyat Selobanteng Paiton Energy-POMI, Hasilkan Dekarbonisasi dan Warga Sejahtera
Sejak 2014, perusahaan telah melaksanakan program pengelolaan sampah terpadu, melalui kegiatan bank sampah.
Bank sampah merupakan pintu masuk untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah.
Perusahaan mengajak masyarakat bertanggung jawab terhadap sisa konsumsi maupun sisa produksi yang mereka hasilkan sehari-hari.
Baca juga: Aktif Mitigasi Perubahan Iklim, Paiton Energy dan POMI Raih Apresiasi Pendukung ProKlim 2021
Selain itu, mulai 2017, perusahaan melakukan kampanye pembuatan ecobrick di Kabupaten Probolinggo.
Ecobrick adalah solusi sampah plastik yang tidak memiliki nilai ekonomis dan biasanya dibuang sembarangan.
Program ini merupakan kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo dan DLH Kabupaten Situbondo, sebagai bagian dari ProKlim.
Perusahaan dan pemerintah (DLH Kabupaten Probolinggo dan Situbondo) secara konsisten menggelar pelatihan pengelolaan sampah plastik menjadi ecobrick dan pembinaan teknis bank sampah untuk mendorong terbentuknya bank sampah di setiap desa di Kabupaten Probolinggo dan Situbondo.
Saat ini, terdapat 15 bank sampah aktif binaan Paiton Energy dan pemerintah di Kabupaten Probolinggo dan Situbondo.
Dengan adanya pembinaan teknis, diharapkan bank sampah di kedua daerah ini akan terus bertambah, baik jumlah, omzet, dan tingkat reduksi sampahnya.
Sementara itu, khusus untuk kampanye ecobrick dilakukan melalui pelatihan pembuatan ecobrick ke komunitas, baik desa, sekolah, pesantren, dan kelompok formal dan informal (arisan PKK, pengajian, dll) di Kabupaten Probolinggo dan Situbondo.
Pada tahun 2019, dibuat bangunan taman ramah lingkungan berupa miniatur candi Jabung dari bahan baku ecobrick dan tanah liat, dilakukan oleh 33 trainer Global Ecobrick Alliance (GEA) se-Indonesia dengan melibatkan 250 relawan dari unsur masyarakat umum & pelajar.
Ecobrick adalah botol berbahan plastik yang diisi sampah plasik hingga penuh dan padat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/proses-pengelolaan-sampah-terpadu-warga-di-probolinggo-dengan-membuat-ecobrick.jpg)