Berita Gresik

Dana Desa Diduga Dikorupsi, Warga Desa Turirejo Mengadu ke Inspektorat, Mantan Kades Buka Suara

Perwakilan warga Desa Turirejo Kecamatan Kedamean mengadu ke inspektorat Kabupaten Gresik terkait dugaan penyelewengan Dana Desa (DD), Kamis (10/3/202

Penulis: Sugiyono | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/SUGIYONO
PENGADUAN - Suwono dan Sutikno warga Desa Turirejo Kecamatan Kedamean menunjukkan surat pengaduan yang dikirim ke inspektorat Kabupaten Gresik, Kamis (10/3/2022). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Perwakilan warga Desa Turirejo Kecamatan Kedamean mengadu ke inspektorat Kabupaten Gresik terkait dugaan penyelewengan Dana Desa (DD), Kamis (10/3/2022).  

Warga membawa surat permohonan kepada Inspektorat Kabupaten Gresik untuk mengaudit pengunaan DD yang diduga diselewengkan. 

Suwono (61) salah satu warga usai memberikan surat permohonan audit di kantor Inspektorat Kabupaten Gresik mengatakan, pengaduan ini agar Inspektorat Kabupaten Gresik mengaudit dana Desa Turirejo Kecamatan Kedamean

"Diduga ada penyelewengan dana desa tahun 2017 di Desa Turirejo berupa penyelewengan proyek pengurukan telaga dan jalan menuju makam Dusun Bunton. Anggarannya sebesar Rp 100 Juta,” kata Suwono. 

Menurut Suwono, pengurukan telaga dan jalan menuju Makam Dusun Bunton dibantu perusahaan, sebagaimana surat izin penimbunan tanah pada 13 Oktober 2017 dengan Nomor : 393/WK/D.IV/D42F17001/2017. 

Baca juga: Kepala Desa Kras di Kabupaten Kediri Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa

Surat tersebut tentang izin penimbunan tanah di Telaga milik warga Dusun Bunton Desa Turirejo Kecamatan Kedamean

"Dugaan penyalahgunaan anggaran dari beberapa dana desa (DD) yang kita ketahui. Maka, perlu diaudit dan investigasi secara menyeluruh dari Tahun anggaran 2020 sampai tahun 2021," imbuhnya. 

Lebih lanjut Suwono menambahkan, waduk yang diuruk dijadikan lapangan voli, tapi tidak boleh dipakai pemuda setempat, BPD dan masyarakat. Dan di lapangan tersebut dilaporkan menggunakan dana Desa sebesar Rp 40 Juta. 

"Namun pengurukan telaga yang sudah jadi lapangan itu ditulis dengan plakat menggunakan dana desa sebesar Rp 40.000.000 juta. Sedangkan Rp 60 juta untuk pengerasan jalan Makam Dusun Bunton dan diklaim menggunakan DD tahun 2017," katanya. 

Baca juga: Kades di Kabupaten Malang Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Desa Ratusan Juta

Sementara Surianto, mantan Kepala Desa Turirejo Kecamatan Kedamean mengatakan pengurukan telaga itu untuk lapangan olahraga Voly dan lapangan anak-anak serta untuk warga setempat. 

“Benar pengurukan menggunakan Dana Desa sebesar Rp 40 Juta untuk pengurukan bagian atas. Karena kurang karena kedalam 4 meter dengan luas 1000 meter lebih diuruk dengan uang Rp 40 Jutu. Jelas tidak cukup. Maka dibantu PT Waskita berupa tanah urukan,” kata Surianto. 

Surianto menambahkan, terkait dana Desa untuk perbaikan jalan Desa menuju makam tidak habis Rp 60 Juta, tapi hanya Rp 30 juta untuk paving dan bantuan dari Bantuan khusus Rp 25 Juta tahun 2021 kemarin. 

"Tidak ada dana Desa Rp 60 juta untuk jalan. Itu tidak benar,” katanya.

Baca juga: Kepala Desa Kras di Kabupaten Kediri Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved