Menu Diet

Manfaat dan Efek Samping Metode Diet yang Sering Dilakukan Orang, dari Diet Keto hingga Diet Paleo

Sebagai referensi Anda yang ingin menurunkan berat badan, berikut tiga jenis diet paling banyak dicari orang di era pandemi.

Editor: Ficca Ayu Saraswaty
Pixabay
Ilustrasi diet Paleo - Metode diet ini meniru pola makan nenek moyang kita pada zaman Paleolitikum. 

TRIBUNJATIM.COM - Berikut ini tiga jenis diet paling banyak dicari orang di era pandemi Covid-19.

Mulai dari Diet Keto, Puasa Intermiten, hingga Diet Paleo.

Setiap metode diet sebenarnya bereaksi dengan cara berbeda untuk setiap orang.

Terkadang, ada yang berhasil menurunkan berat badan dengan diet keto namun adapula yang justru jatuh sakit karena diet tersebut.

Sebagai referensi Anda yang ingin menurunkan berat badan, berikut manfaat dan efek samping metode diet yang sering dilakukan orang:

Baca juga: Waktu Terbaik Olahraga untuk Diet, Pagi Sore atau Malam? ini Cara Mengenali Jam Tubuh Menurut Pakar

Diet Keto

Diet keto menerapkan pola makan yang kaya akan lemak dan mengurangi makanan mengandung karbohidrat.

Tubuh biasanyamengunakan glukosa dari karbohidrat sebagai energi. Dalam diet keto, kita tak lagi mengonsumsi karbohirat.

Jadi, energi akan didapatkan dari proses pembakaran lemak. Hal ini akan meningkatkan metabolisme, menjaga tingkat gula darah, dan menurunkan risiko penyakit jantung. Diet ini sangat cocok untuk penderita diabetes tipe 2 atau epilepsi.

Namun, diet keto bisa memicu "keto flu", yaitu kumpulan gejala seperti sembelit, susah tidur, sakit kepala, dan sebagainya. Keto flu biasanya terjadi saat awal mula kita mempraktikan jenis diet ini.

Baca juga: 4 Cara Diet dengan Jalan Kaki, Perut Buncit Mengecil dalam 12 Minggu, Lemah Tubuh Ikut Berkurang

Puasa Intermiten

Puasa intermiten atau intermiten fasting merupakan pola diet yang menerapkan jendela makan dalam waktu tertentu. Nah, salah satu metode intermiten fasting yang terkenal adalah 5:2.

Dalam metode tersebut, kita bisa makan normal selama lima hari lalu melakukan puasa selama dua hari.

Pola diet ini juga terbukti mampu meningkatkan metabolisme, meningkatkan kadar insulin dan hormon pertumbuhan, serta meningkatkan produksi sel induk.

Namun, metode diet ini bisa memicu heartburn, dehidrasi, memicu peningkatan stres dan gangguan tidur.

Baca juga: Menu Diet Telur untuk Seminggu, Mulai dari Sarapan Makan Siang hingga Makan Malam, Bantu Turunkan BB

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved