Berita Malang

Terlibat Kasus Penyerobotan Lahan PT Wonokoyo, 4 Warga Dampit Malang Dipenjara 3 Bulan

4 orang terdakwa kasus penyerobatan lahan milik PT Wonokoyo Jaya Corporindo di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang resmi menjalani

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
4 orang terdakwa kasus penyerobatan lahan milik PT Wonokoyo Jaya Corporindo di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang resmi menjalani masa tahanan di Lapas Lowokwaru, Kota Malang pada Rabu (16/7/2022) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - 4 orang terdakwa kasus penyerobatan lahan milik PT Wonokoyo Jaya Corporindo di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang resmi menjalani masa tahanan di Lapas Lowokwaru, Kota Malang pada Rabu (16/7/2022) sore.

Kepala Seksi Pidana Umun (Kasi Pidum) Kejari Kabupaten Malang Robert Simatupang melalui Kasubsi Penuntutan, Eksekusi dan Eksaminasi, Rendy Aditya Putra menjelaskan, sebagaimana putusan sidang pada Maret 2020, 4 orang terdakwa tersebut divonis hukuman penjara 3 bulan.

4 orang terdakwa tersebut kesemuanya merupakan warga Desa Pamotan, Dampit, Kabupaten Malang,

"Ke empat terdakwa divonis 3 bulan penjara. Kemarin sore telah menjalani masa tahanan di Lapas Lowokwaru, Kota Malang," ujar Rendy ketika dikonfirmasi pada Kamis (17/3/2022).

Baca juga: Awal Mula Sengketa Lahan di Dampit Malang Antara PT Wonokoyo Vs Warga, Begini Kesaksian Terdakwa

Rendy menjelaskan kronologi kasus penyerobatan lahan yang bermula pada tindakan terdakwa menanami lahan milik PT Wonokoyo. PT Wonokoyo membeli lahan tersebut dari PT Margosuko pada tahun 2019.

"Pada Maret 2020 ada tindak pidana penyerobotan tanah di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Lahan tersebut pernah dibeli PT PT Wonokoyo dari PT Margosuko pada tahun 2019. Sehingga PT Wonokoyo memiliki SHGU (surat hak guna usaha)," beber Rendy.

Lalu pada saat bulan Februari 2020, PT Wonokoyo hendak membangun pabrik peternakan ayam. Ternyata ada beberapa warga yang sudah menanami lahan tersebut dengan berbagai tanaman.

"Para terdakwa yang menggarap lahan tersebut berdalih memiliki surat keterangan hak garap atas lahan tersebut dari salah satu LSM," paparnya.

Baca juga: Buntut Istri Gresik Bercinta dengan Pria Lain di Ruang Tamu saat Suami di Kamar, Warga Desak Usir SU

Merasa memiliki legalitas lahan, PT Wonokoyo melayangkan somasi kepada 4 terdakwa.

"Kemudian dikasih somasi 3 kali namun tidak diindahkan. Kemudian dilaporkan ke Polres Malang, hingga akhirnya persidangan yang dijalani 4 orang terdakwa. Kemudian putusan 3 bulan penjara," jelasnya.

Kata Rendy, kuasa hukum 4 orang terdakwa tersebut sempat melayang banding. Namun banding tersebut tak mempengaruhi putusan sidang.

"Mereka mengajukan banding, saat banding menguatkan putusan persidangan. Alhasil harus menjalani putusan 3 bulan penjara,"

"PT Wonokoyo memiliki bukti legalitas yang sah. Lahan yang diserobot bervariasi dari para terdakwa. Ada 1 hektar hingga 2 hektar. Lahan milik Wonokoyo ini seluas 68 hektar," tutup Rendy.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved