Persaingan Kerja Ketat, ITSK Soepraoen Perkuat Praktik dan Sertifikasi Mahasiswa

Persaingan dunia kerja semakin ketat mendorong perguruan tinggi tak hanya fokus mencetak lulusan berijazah, tetapi juga tenaga profesional

Tayang:
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa
Tampak depan kampus Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang yang kini telah membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026 untuk gelombang dua hingga 27 Juni 2026. 

Ringkasan Berita:
  • ITSK RS dr. Soepraoen Malang membuka PMB 2026 dengan fokus mencetak lulusan profesional yang siap kerja di bidang kesehatan dan teknologi.
  • Kampus menerapkan sistem pembelajaran terintegrasi antara teori, praktik lapangan, pengalaman klinis, serta sertifikasi kompetensi profesi.
  • Mahasiswa juga dibekali soft skills, penguatan karakter, pengalaman organisasi, hingga pendampingan karier untuk meningkatkan daya saing kerja.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Persaingan dunia kerja yang semakin ketat mendorong perguruan tinggi tak hanya fokus mencetak lulusan berijazah, tetapi juga tenaga profesional yang siap terjun ke lapangan. 

Hal itu yang menjadi salah satu fokus Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang saat membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026.

Rektor ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Dr. dr. Sutrisno, S.H., M.A.R.S., M.H.Kes., FISQua, mengatakan tantangan dunia kerja di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya jumlah lulusan setiap tahun dan ketatnya persaingan memperoleh pekerjaan.

Menurutnya, sektor kesehatan dan layanan berbasis teknologi masih membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan memiliki kesiapan kerja.

Sistem pendidikan yang diterapkan oleh ITSK Soepraoen Malang kini tidak hanya menitikberatkan pada akademik, tetapi juga penguatan kompetensi profesional, pengalaman praktik, hingga kesiapan kerja mahasiswa sejak dini.

Baca juga: Proyek PSEL di Kabupaten Malang Terancam Batal, Kendala KKOP hingga Penolakan Warga Jadi Penghambat

"Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat lulusan dari sisi gelar pendidikan, tetapi juga keterampilan, pengalaman praktik, serta kompetensi profesional yang dimiliki," kata Sutrisno, Jumat (22/5/2026).

Sebagai kampus yang bergerak di bidang kesehatan, teknologi, dan sains terapan, ITSK Soepraoen menghadirkan pembelajaran yang dipadukan dengan praktik lapangan dan pengalaman klinis.

Kampus yang terletak bersebelahan dengan RST dr. Soepraoen itu juga memberikan penguatan kompetensi sesuai kebutuhan industri kesehatan.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah adanya jalur kompetensi dan sertifikasi profesi di sejumlah bidang. 

Dengan skema tersebut, mahasiswa disebut tidak hanya memperoleh ijazah akademik, tetapi juga bekal kompetensi profesional yang dapat meningkatkan daya saing ketika memasuki dunia kerja.

Menurut Rektor, kebutuhan tenaga kesehatan dan transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dijawab oleh institusi pendidikan.

"ITSK hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pendidikan yang terintegrasi antara teori, praktik, dan penguatan profesi," ucapnya.

Selain itu, pihak kampus juga memperkuat ekosistem pendidikan yang terhubung dengan fasilitas layanan kesehatan dan rumah sakit. 

Kondisi ini memberi kesempatan mahasiswa belajar langsung di lingkungan kerja nyata sejak masa pendidikan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved