Kolaborasi Pemkot dan Pedagang Ubah Wajah Pasar Induk Gadang Jadi Lebih Tertata

Keinginan Pedagang Pasar Induk Gadang akan kenyamanan berdagang telah mendorong kesadaran perlunya revitalisasi pasar.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Lokasi relokasi pedagang Pasar Induk Gadang. Para pedagang pindah ke tempat relokasi secara sukarela, bahkan mereka mengeluarkan dana sendiri untuk membangun lapaknya di tempat baru. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Keinginan Pedagang Pasar Induk Gadang akan kenyamanan berdagang telah mendorong kesadaran perlunya revitalisasi pasar.

Mereka menyadari juga bahwa pelanggan yang setiap hari datang pun butuh kenyamanan.

Apa yang terjadi di Pasar Induk Gadang berbeda dengan sejumlah pasar tradisional lainnya di Kota Malang.

Para pedagang Pasar Induk Gadang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang untuk mewujudkan wajah pasar yang nyaman dan aman.

Saat ini, pedagang telah menempati lokasi relokasi di sebelah timur pasar.

Mereka pindah atas permintaan sendiri. Tak hanya itu, biaya juga ditanggung sendiri.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Induk Gadang, Qodir, menyebut relokasi pedagang ke sisi timur Pasar Induk Gadang menjadi langkah penting untuk mengurai persoalan kemacetan dan semrawutnya aktivitas perdagangan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Baca juga: Akhiri Penantian 35 Tahun, Penataan Pasar Gadang Malang Akhirnya Temui Titik Terang

Menurut Qodir, para pedagang sebenarnya sudah lama menginginkan suasana pasar yang lebih nyaman dan tertata.

Namun, keterbatasan lahan selama ini membuat penataan sulit direalisasikan.

“Dari dulu memang enggak pernah terselesaikan. Pedagang sendiri pengennya tenang jualan, jalannya lancar, tidak terganggu untuk akses jual beli,” ujarnya, Kamis (21/5/2026). 

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Malang yang menyiapkan lahan di sisi timur untuk relokasi pedagang.

Meski lahan yang tersedia disebut belum sepenuhnya mampu menampung seluruh kebutuhan pedagang.

“Alhamdulillah wali kota yang sekarang ada solusi. Lahan sebelah timur itu disewa tiga tahun,” katanya. 

Qodir menjelaskan proses pembangunan lapak di lokasi baru dilakukan secara mandiri oleh para pedagang tanpa bantuan dana pemerintah.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved