Pendaki Hilang di Gunung Arjuno

Pendaki asal Pasuruan Hilang di Gunung Arjuno, Sang Kakak Optimis Adiknya Bisa Kembali Selamat

Kakak pertama M Naam Kurniawan, pendaki asal Pandaan yang dilaporkan hilang dalam pendakiannya di Gunung Arjuno ternyata ikut bergabung dengan Tim Sar

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA
Rumah keluarga besar M Naam Kurniawan korban pendaki yang hilang di Gunung Arjuno 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kakak pertama M Naam Kurniawan, pendaki asal Pandaan yang dilaporkan hilang dalam pendakiannya di Gunung Arjuno ternyata ikut bergabung dengan Tim Sar melakukan pencarian.

Arif, kakak pertama Naam mengaku sempat terlibat langsung pencarian adiknya bersama Tim Sar pertama. Ia mengaku berangkat Senin (21/3/2022) dinihari setelah Minggu (20/3/2022) malam mendengar adiknya hilang.

"Saya berangkat itu senin pagi sekira pukul 00.30 wib. Saat itu saya bergabung dengan tim sar untuk melakukan pencarian adik saya," kata Arif saat ditemui di rumahnya, Jalan Sidoganti, Desa Kutorejo, Pandaan, Pasuruan.

Ia mengaku tiba di lokasi titik awal perpisahan adiknya dengan rombongan untuk mencari bantuan. Ia tidak ingat berapa besar skala pencarian adiknya dari lokasi tersebut. Tapi, pencarian dilakukan berjam-jam.

"Sampai siang pencariannya. Saya sampai rumah sekira pukul 12.00 wib. Ini tadi, saya dapat kabar kalau tim sar kloter kedua sudah berangkat melakukan pencarian, semoga membuahkan hasil," paparnya.

Baca juga: BREAKING NEWS - Seorang Pendaki asal Pasuruan Hilang di Gunung Arjuno saat Turun Mencari Bantuan

Ia dan keluarga tidak ingin berandai-andai dan memikirkan hal yang belum pasti. Ia sebagai kakak optimis adiknya ditemukan dalam kondisi selamat.

"Kami mohon doa terbaiknya saja. Mudah - mudahan, adik kami baik-baik saja dan bisa segera ditemukan kembali," lanjutnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Naam ini mendaki bersama tiga temannya. Saat perjalanan turun dari puncak, salah satu temannya kakinya terkilir dan kondisinya drop.

Naam langsung turun mencari sinyal untuk mengirim pesan atau kabar ke pos untuk mencari bantuan atau pertolongan.

Setelah itu, keesokan harinya tim sar beranggotakan tujuh orang mengevakuasi korban yang kakinya terkilir dan dibawa ke Pos Tambaksari, Purwodadi, Pasuruan.

Sejak saat itu, Naam tidak kembali. Dugaan kuat, Naam tersesat saat kembali ke rombongan usai mengirimkan kabar mencari bantuan.

Naam belum ditemukan hingga sekarang. Belum ada kabar kepastian. Padahal, rombongannya sudah berhasil dievakuasi dan dibawa turun. 

Baca juga: Polisi Ungkap Prosesi Ritual di Petilasan Prapen Mpu Supo yang Tewaskan Ibu dan Anak di Tuban

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved