Berita Tuban

Resahkan Para Orang Tua, Dua Pengedar Pil Dobel L yang Sasar Anak Sekolah di Tuban Dibekuk Polisi

Meresahkan orang tua, dua pengedar pil dobel L yang sasar anak sekolah di Tuban dibekuk polisi, ngaku dapat barang haram dari teman di Kediri.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Sudarsono
Kasat Resnarkoba Polres Tuban, AKP Daky Dzul Qornain, saat ungkap kasus pengedar pil dobel L yang menyasar pelajar, Selasa (5/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Tim Satres Narkoba Polres Tuban membekuk pengedar pil dobel L ke anak-anak sekolah di Tuban.

Hal itu berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan peredaran pil dobel L yang menyasar para pelajar.

Polisi pun melakukan penyelidikan dan mengamankan tersangka.

"Ada dua yang kita tangkap, karena mengedarkan pil dobel L ke anak-anak sekolah," kata Kasat Resnarkoba Polres Tuban, AKP Daky Dzul Qornain, Selasa (5/4/2022).

AKP Daky Dzul Qornain menjelaskan, pelaku pertama yang berhasil diamankan berinisial NA (18), pemuda asal Desa Bate, Kecamatan Bangilan, Tuban.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan 90 pil dobel L dan uang tunai Rp 350 ribu.

Lalu dikembangkan hingga menangkap teman lainnya berinisial MMAA (33), pemuda asal Desa/Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban. 

Untuk barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka kedua yaitu sebanyak 1.651 butir pil dobel L. 

"Para pelaku ini diamankan saat akan melakukan transaksi di rumahnya, jadi kita tangkap," jelasnya. 

Mantan Kasat Reskrim Polres Bojonegoro itu menerangkan, tersangka mendapatkan pil dobel L dari seseorang di wilayah Kediri. Kemudian, melakukan transaksi di Terminal Nganjuk. 

Setelah itu, pil dobel L dijual para pelaku di wilayah Tuban. Setiap satu paket berisi 10 butir dijual dengan harga Rp 35 ribu, pelaku untung Rp 10 ribu, karena membelinya Rp 25 ribu. 

Kini para pelaku telah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

"Pengakuan barang tersebut didapatkan dari temannya di wilayah Kediri, barang bukti kita amankan. Dijerat UU Kesehatan ancaman 15 tahun penjara," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved