Berita Jatim

Gubernur Khofifah Minta ASN Tancap Gas, Tingkatkan Kepekaan pada Persoalan Masyarakat Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta ASN untuk tancap gas, tingkatkan kepekaan pada persoalan di masyarakat.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Yusron Naufal Putra
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat apel pagi sekaligus halal bihalal bersama ASN Pemprov Jatim, Senin (9/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta para aparatur sipil negara (ASN) untuk semakin peka dengan persoalan yang ada di masyarakat. 

Dia berharap agar seluruh elemen terus menjalankan tugas dengan semangat prima dalam upaya pelayanan. 

Hal ini disampaikan Khofifah Indar Parawansa saat memimpin Apel Senin Pagi sekaligus momentum halal bihalal yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jatim, Senin (9/5/2022).

Upacara ini merupakan hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran 2022

"Saya berharap kepada para ASN agar menjaga dan mempertahankan setiap prestasi yang sudah dicapai. Serta, mengantisipasi dari setiap permasalahan yang muncul, harus mampu dicarikan solusi hingga jalan keluarnya ditemukan," kata Khofifah. 

Dalam apel pagi ini, turut hadir Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak bersama sang istri, lalu Pj Sekdaprov Jatim Wahid Wahyudi beserta istri, serta jajaran Kepala OPD (organisasi perangkat daerah) Pemprov Jatim. 

Tak hanya menjadi momentum saling memaafkan, apel pagi ini juga dijadikan Khofifah untuk terus mengingatkan para ASN agar terus peka terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat. 

Misalnya, pada persoalan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi pada hewan ternak di beberapa wilayah. Khofifah mengungkapkan, pemprov terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna langkah pencegahan. 

Termasuk turut menggandeng Ikatan Alumni UNAIR dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) guna menerjunkan tim sebanyak mungkin. Tujuannya supaya penanganan dapat dilakukan detail dan komprehensif agar tidak semakin meluas. 

Masalah PMK ini disebutnya sangat penting dikomunikasikan ke masyarakat mengingat semakin dekatnya momen Hari Raya Idul Adha. 

"Saya meminta kepada perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Kedokteran Hewan menerjunkan tim sebanyak mungkin untuk membantu masyarakat peternak, agar penyebaran PMK bisa dikendalikan," jelasnya. 

Tak terkecuali pada permasalahan kasus dugaan hepatitis akut yang terus didalami atau diobservasi di RSUD Dr Soetomo Surabaya dan RSUD Saiful Anwar Malang, Khofifah juga berharap para ASN terus sigap. 

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengajak seluruh ASN untuk memaknai momen halal bihalal layaknya filosofi ketupat. 

Ketupat atau 'kupat' dalam bahasa Jawa yang berarti 'ngaku lepat' atau mengakui kesalahan, seyogyanya bisa menjadi referensi bagi seluruh masyarakat  dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan saling memaafkan. 

"Intinya pada momen kupatan itu kita akan melakukan silaturahmi dan saling memaafkan atas segala kesalahan kita," ucap Khofifah. 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved