Berita Nganjuk

Pemkab Nganjuk Pastikan Bantuan Uang Sewa Rumah pada Korban Tanah Longsor di Ngetos Tetap Diberikan

Pemkab Nganjuk pastikan bantuan uang sewa rumah tetap diberikan pada korban tanah longsor di Ngetos, Marhaen Djumadi: Tidak benar kalau dihentikan.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Proses pembersihan tempat relokasi rumah warga terdampak longsor di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, yang mulai dikerjakan Pemkab Nganjuk, Jumat (20/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Pemkab Nganjuk pastikan bantuan uang sewa rumah tetap diberikan kepada para korban tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Bantuan sewa rumah tersebut akan diberikan sampai para korban terdampak tanah longsor yang terjadi pada bulan Februari 2021 lalu, sudah mendapatkan rumah baru di tempat relokasi.

Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen untuk memberikan bantuan sewa rumah dan paket sembako senilai Rp 500 ribu per bulan kepada para korban terdampak tanah longsor. Hanya saja, realisasi bantuan tersebut tidak diberikan sekaligus, melainkan secara bertahap.

"Jadi tidak benar kalau mulai bulan ini bantuan sewa rumah korban longsor dihentikan, tapi yang benar justru kembali diberikan setelah pemberian sebelumnya habis," kata Marhaen Djumadi, Jumat (20/5/2022).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, untuk pembangunan rumah korban terdampak tanah longsor sekarang ini sudah dimulai. Ini setelah semua perizinan mulai dari BNPB, Kementerian Sosial, Kementerian Lingkungan Hidup sudah didapatkan semuanya. Dan proses pembangunan rumah di tempat relokasi akan dilakukan oleh BPBD Nganjuk, sementara untuk pembangunan fasilitas umum dilakukan Dinas Kimpraswil.

"Kami harap proses pembangunan rumah relokasi tersebut bisa diselesaikan semua sesuai yang ditargetkan," ucap Marhaen Djumadi.

Lebih lanjut diungkapkan Marhaen Djumadi, bantuan untuk pembangunan rumah relokasi korban terdampak tanah longsor dari pemerintah pusat masing-masing sebesar Rp 50 juta dinilai cukup minim. Apalagi kalau rumah relokasi yang dibangun nantinya berukuran besar.

Oleh karena itu, tambah Marhaen Djumadi, warga korban tanah longsor bisa memanfaatkan kembali material bangunan rumah lama yang masih bisa dimanfaatkan di lokasi bencana tanah longsor untuk digunakan membangun rumah di tempat relokasi. Ini dikarenakan nilai bantuan pembangunan rumah dari pemerintah dipastikan tidak mencukupi.

"Kami kira dengan cara seperti itu nantinya rumah korban longsor di tempat relokasi lebih layak dan nyaman untuk ditempati," tutur Marhaen Djumadi.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Nganjuk

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved