Berita Nganjuk

Disperindag Nganjuk Gelar Sosialisasi BDKT, Dorong Pemahaman IKM Dalam Perlindungan Konsumen

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk gelar sosialisasi barang dalam keadaan terbungkus (BDKT).

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Kegiatan sosialisasi BDKT untuk para pelaku IKM/UMKM dalam rangka memberikan perlindungan konsumen. 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk gelar sosialisasi barang dalam keadaan terbungkus (BDKT).

Hal itu sebagai upaya peningkatan pemahaman mengenai peraturan Pemerintah tentang perlindungan konsumen dan BDKT kepada pelaku industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Nganjuk.

Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk, Haris Jatmiko menjelaskan, secara umum BDKT merupakan barang atau komoditas yang dimasukkan ke dalam kemasan tertutup dan untuk mempergunakannya harus merusak kemasannya terlebih dahulu.

Dikecualikan terhadap barang berupa makanan atau minuman yang dijual secara terbungkus dan mudah basi serta tidak tahan kurang dari tujuh hari.

"Makanya, pemahaman akan kondisi suatu barang dan jenis kemasan itu yang harus diketahui IKM untuk memberikan jaminan pada konsumen," kata Haris Jatmiko, Rabu (25/5/2022).

Selain itu, dikatakan Haris Jatmiko, pihaknya berharap melalui kegiatan sosialisasi tersebut dapat memajukan IKM/UMKM di Kabupaten Nganjuk.

Baca juga: Gandeng Kodim 0810/Nganjuk, Pemkab Nganjuk intensif Sosialisasi Pencegahan Stunting ke Masyarakat

Karena bagaimanapun, produk IKM/UMKM yang kemasan produksnya standar sesuai aturan Pemerintah bisa memberikan kepercayaan kepada masyarakat atau konsumen.

"Dengan demikian, Produk-produk IKM/UMKM yang ada di Kabupaten Nganjuk semakin eksis dan terkenal. Kualitasnya terjamin dan konsumen terlindungi," tandas Haris Jatmiko.

Sementara Perwakilan UPT Perlindungan Konsumen Kediri, Yudi Widodo mengatakan, menjaga kualitas dan kuantitas produk makanan serta minuman hasil produksi IKM/ UMKM sangat penting.

Dengan begitu, pelaku usaha dapat dikatakan sudah mematuhi dan melaksanakan aturan Permendag Nomor 31/M-DAG/PER/10/2011 tentang BDKT.

Baca juga: Plt Bupati Nganjuk Ungkap Rasa Optimis Hidupkan Kembali Taman Edukasi Wisata Desa Kweden

"Dan para konsumen juga merasa puas serta terlindungi,” kata Yudi Widodo.

Oleh karena itu, ungkap Yudi Widodo, pihaknya berharap agar produk-produk IKM dari Kabupaten Nganjuk dapat dipertanggungjawabkan dari segi kualitas dan kuantitasnya. Dan itu berarti para pelaku usaha dapat memahami dan menerapkan aturan-aturan tentang BDKT tersebut.

Terutama untuk label kemasan minimal memuat mengenai nama barang, kuantitas barang dalam satuan atau lambang satuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta mencantumkan nama dan alamat perusahaan.

"Jangan sampai mengurangi ukuran, timbangan harus sesuai dengan label yang di pasang di kemasan produk tersebut. Dengan kesesuaian berat dengan harga produk, konsumen akan merasa puas,” tutur Yudi Widodo.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved