Berita Trenggalek

Koleksi Busana 'Clove' Karya Desainer Anne Yulian, Terinspirasi Motif Cengkeh Batik Trenggalek

Desainer Anne Yulian kembali meluncurkan busana terbarunya. Kali ini, ia mengangkat wastra nusantara yakni batik Trenggalek sebagai kombinasi motif. 

dok. Sheza by Anne
Delapan koleksi busana Clove yang terinspirasi dari motif cengkeh batik Trenggalek karya desainer Anne Yulian. Busana ini merupakan koleksi terbaru dari Sheza by Anne. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Desainer Anne Yulian kembali meluncurkan busana terbarunya. Kali ini, ia mengangkat wastra nusantara yakni batik Trenggalek sebagai kombinasi motif. 

Perempuan yang akrab disapa Anne tersebut tertarik dengan keelokan batik Trenggalek yang bermotif dasar cengkeh. Hal ini mendasari Anne membuat koleksi 'Clove' yang artinya cengkeh. 

"Koleksi kali ini dibuat dengan kombinasi batik Trenggalek. Saya terinspirasi dari motif cengkeh yang ada di batik tersebut. Karena masih jarang yang membuat, akhirnya saya coba dan ternyata hasilnya bagus," ungkap Anne Yulian, Kamis (26/5/2022). 

Anne menuturkan, ia tertarik pada motif cengkeh dan warna batik Trenggalek karena unik serta mudah dipadupadankan. Berbekal kreativitasnya sebagai desainer, Anne berhasil membuat delapan koleksi busana semi evening gown. 

Busana yang dibuatnya dari two pieces dan loose dress dengan model oversize, model ini membuat busana rancangan Anne cocok dikenakan dengan berbagai postur tubuh. 

Baca juga: Peragaan Busana Batik Canting Khas Trenggalek Ramaikan Acara Trenggalek Fashion Day

Tak hanya itu, pemilik brans Sheza by Anne ini juga membuat busana dengan kombinasi outer yang kekinian. Busana ini bisa menjadi pilihan tepat bagi pecinta koleksi semi casual. 

"Meski konsep keseluruhan semi evening gown, tapi ada beberapa busana yang dibuat lebih casual. Tujuannya supaya bisa memenuhi beragam keinginan customer. Busana ini bisa dipakai di acara formal, semi formal hingga acara santai," ungkapnya. 

Desainer asal Gresik, Jawa Timur ini menjelaskan, detail busana yang ia buat lebih ke arah simpel dan elegan. Anne tidak mengaplikasikan banyak payetan dalam setiap busananya kali ini. 

Anne justru lebih suka bermain kombinasi kain ceruti, duchess, organza sebagai pelengkap serta permainan motif dari batik Trenggalek. 

Baca juga: Perjalanan Panjang Mami Bambang, Sempat Rajai Eks Lokalisasi Dolly, Kini Sukses Jadi Desainer Batik

"Sengaja tidak dibuat banyak payet karena ingin look yang elegan dan simpel. Hanya saja ada penambahan payet di beberapa bagian untuk menambah kesan mewah dan glamour. Lebih main ke perpaduan bahan dab kain kombinasi batik," paparnya. 

Menurut Anne, yang membuat koleksi Clove ini istimewa adalah bahan dasarnya. Batik Trenggalek yang merupakan kebanggaan daerah asalnya disulap menjadi busana khusus yang bisa dikenakan di mana-mana. 

"Dari bahan dasar kain saja dia sudah istimewa, karena mengusung tema yang selama ini menjadi kebanggan Trenggalek, yaitu batik cengkeh. Ini juga menjadi ciri khas Trenggalek," katanya. 

Dalam proses pembuatannya, Anne menghabiskan waktu selama 3 minggu untuk menyelesaikan 8 look koleksi Clove. Ia berharap melalui kreativitasnya, desain-desain busana Sheza by Anne semakin dikenal masyarakat luas.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved