Berita Lamongan

Penjual Soto di Lamongan Keluhkan Daging Mahal: Harga Naik Khawatir Tak Laku, Harga Tetap Tak Untung

Tingginya harga telur ayam broiler di pasaran Lamongan, ternyata dibarengi dengan melonjaknya harga daging ayam dan ayam.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/DIDIK MASHUDI
Peternak ayam petelur sedang menikmati kenaikan harga telur ayam broiler, tembus Rp 28 ribu per kilogram, harga ayam juga naik tinggi, Rabu (1/6/2022) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Tingginya harga telur ayam broiler di pasaran Lamongan, ternyata dibarengi dengan melonjaknya harga daging ayam.

Bahkan harga  ayam ras juga cukup mahal. Harga telur hingga pada Hari Lahir Pancasila (1/6/2022) masih bertahan Rp 28 ribu per kilogram.

Sementara harga daging ayam kini antara Rp 39 ribu per kilogram hingga Rp 40 perkilogram dari sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram  Sedang harga ayam hidup juga tinggi mencapai Rp 35 ribu per kilogram.

Untuk harga ayam hidup yang tembus Rp 35 per kilogram dinilai sangat memberatkan bagi penjual soto ayam, dan pemilik warung yang menyuguhkan menu daging ayam.

"Harga ayam hidup yang mencapai Rp 35 ribu per kilogram, merupakan harga tertinggi dalam sejarah," kata penjual soto ayam  di selatan Pasar Ikan, Hariyanto kepada Surya.co.id (Tribunjatim Network), Rabu (1/6/2022).

Menurut Hariyanto, ia sudah 21 tahun menjual soto ayam, baru kali ini merasakan kenaikan ayam yang begitu tinggi, dalam sehari naik Rp 3 ribu per kilogram.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Madiun Meroket, Satu Ons Bisa Tembus Rp8000, Pembeli Beralih ke Cabai Kering

Kenaikan harga ayam ini memberatkan bagi penjual soto ayam maupun pemilik warung yang menyediakan menu lauk daging ayam.

Sementara untuk mengimbangi dengan menaikkan harga jual setiap porsi, sangat tidak mungkin dilakukan oleh pemilik warung maupun penjual soto ayam.

"Takut konsumennya tidak akan kembali lagi," kata Hariyanto.

Bahkan, seorang teman Hariyanto yang tiap hari menjual soto ayam di Surabaya, harus balik kampung, memilih tidak berjualan untuk sementara.

"Tidak mampu lagi jualan, sebab harga ayam di Surabaya lebih mahal mencapai Rp 39 ribu per kilogram," ungkap Hariyanto 

Baca juga: Merasa Gajinya Tidak Cukup, Oknum Perangkat Desa di Situbondo Nyambil Jadi Pengepul Togel

Simalakama bagi penjual soto ayam, hendak menaikkan harga jualan, takut tidak laku, sementara tetap dengan harga lama juga tidak ada untung.

"Apalagi kalau hanya beli sayurnya saja, malah sebaliknya, rugi," kata penjual soto ayam di Laras Liris, Cak Tikno.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved