Berita Tuban

Sebaran PMK di Tuban Meluas, Kasus Ternak Mati Bertambah, Pasar Hewan Ditutup Sementara

Sebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Tuban semakin meleluas, kasus hewan ternak mati bertambah, kini pasar hewan ditutup sementara.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/ M Sudarsono
Ilustrasi - Sebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Tuban semakin meleluas, kasus hewan ternak mati bertambah, kini pasar hewan ditutup sementara. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Jumlah hewan ternak di Tuban yang terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus bertambah.

Cakupannya pun terus meluas, sebelumnya PMK menyebar di 16 kecamatan di Tuban, kini menjadi 18 kecamatan. 

Berdasarkan data per Selasa (31/5/2022), angka penyebaran PMK di Tuban mencapai 684 kasus, dengan jumlah kematian 6 ekor. 

"Sebelumnya kematian 4 ekor, kini menjadi 6 ekor sapi mati," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tuban, Pipin Diah Larasati saat dikonfirmasi, Rabu (1/6/2022). 

Ia menjelaskan, akibat pesatnya penyebaran virus mematikan tersebut, pemerintah daerah setempat melakukan penutupan pasar hewan

Tiga pasar hewan ditutup. Yakni di Jatirogo, Tuban dan Kerek.

Ketiganya resmi ditutup selama dua pekan mulai 1-14 Juni 2022.

Pipin Diah Larasati menambahkan, penularan terjadi dengan cepat melalui berbagai macam media, termasuk manusia. 

Meskipun penyakit ini tidak menular pada manusia, tetapi manusia bisa menjadi media penyebar virus dari hewan satu ke hewan lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved