Berita Blitar

Kakek di Blitar Sewakan Dapur Rumahnya untuk Berbuat Dosa Para Sejoli: Mereka Datang Sendiri

Mesaji (61), kakek asal Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, harus mendekam di sel tahanan Polres Blitar Kota. Mesaji ditangkap

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Samsul Hadi
Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono menyampaikan hasil ungkap sejumlah kasus dalam Operasi Pekat Semeru 2022, Rabu (8/6/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Mesaji (61), kakek asal Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, harus mendekam di sel tahanan Polres Blitar Kota.

Mesaji ditangkap polisi terkait kasus prostitusi dalam Operasi Pekat Semeru 2022 di wilayah hukum Polres Blitar Kota.

Kakek tiga cucu itu menyewakan kamar rumahnya untuk kegiatan prostitusi.

Mesaji mengaku sudah sekitar tiga tahun menyewakan tempat untuk kegiatan prostitusi.

Baca juga: Niat Buang Air dan Iseng Tengok Jendela, Warga Surabaya Lihat Jasad Bayi di Parit, Tali Pusar Nempel

Bapak dua anak itu tinggal sendirian di rumah. Sedang, kedua anaknya bekerja di Jakarta.

"Sebenarnya saya tidak menyewakan tempat, tapi mereka datang sendiri ke rumah membawa pasangan," kata Mesaji saat di Polres Blitar Kota, Rabu (8/6/2022).

Mesaji mengatakan tempat yang dipakai untuk kegiatan prostitusi berada di dapur rumahnya.

Sekali main, pelanggan membayar uang sewa tempat mulai Rp 20.000 sampai Rp 40.000.

"Saya tidak memasang tarif sewa, kadang pelanggan memberi uang Rp 20.000 sampai Rp 40.000," ujarnya.

Dikatakannya, uang dari hasil menyewakan kamar untuk kegiatan prostitusi dipakai buat membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.

Sudah enam tahun ini, Mesaji tidak bekerja karena sakit. "Saya sudah enam tahun tidak kerja karena sakit," katanya.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Momon Suwito Pratomo mengatakan mengungkap tiga kasus prostitusi selama Operasi Pekat Semeru 2022.

Tiga kasus prostitusi itu satu kasus berada di wilayah Sanankulon dan dua kasus berada Nglegok. Polisi menangkap tiga pelaku dalam kasus itu.

Modus operandi yang dilakukan para pelaku, yaitu, menyediakan tempat untuk kegiatan prostitusi.

"Kami mengungkap tiga kasus prostitusi dengan modus menyediakan tempat. Hanya menyediakan tempat dengan harga sewa mulai Rp 20.000 sampai Rp 40.000," kata Momon.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved