Berita Kabupaten Pasuruan

Kasus Pemotongan BOP Pasuruan Segera Disidangkan, Kejaksaan Daftarkan Perkara ke Pengadilan Tipikor

Kasus dugaan pemotongan BOP Madin, TPQ dan Ponpes Pasuruan segera disidangkan, kejaksaan sudah daftarkan perkara ke Pengadilan Tipikor Surabaya.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
Penahanan para tersangka kasus dugaan pemotongan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Madin, TPQ dan Ponpes di Kabupaten Pasuruan, 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan melimpahkan berkas perkara 11 tersangka kasus dugaan pemotongan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Madin, TPQ dan Ponpes ke Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya.

Ini menjadi sinyal bagi 11 tersangka untuk segera duduk di kursi pesakitan. Dalam kasus dugaan pemotongan BOP ini, Korps Adhyaksa menetapkan 11 tersangka yang dianggap mengetahui dan menikmati pemotongan bantuan.

Mereka adalah Rinawan Herasmawanto, staf ahli anggota DPR RI, Syarif Hidayatullah dan Ibnu Hambali. Dua nama terakhir merupakan staf administrasi di Rumah Aspirasi (RAPI) DPR RI.

Delapan tersangka lainnya adalah Fathurrahman, Yamuki Cholil, Saiful Arifin, Mokhamad Saikhu, Muslimin, Ahmad Gufron, Nurdin dan Hanafi. Mereka adalah orang yang diduga kuat membantu para tersangka sebelumnya.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra mengatakan, berkas perkara 11 tersangka sudah dilimpahkan, dan kejaksaan menunggu jadwal persidangan.

"Iya memang sudah kami daftarkan ke pengadilan Senin kemarin. Kami hanya menunggu jadwal sidang, dan majelis hakim yang akan menyidangkan perkara itu," kata Denny Saputra, Kamis (9/6/2022) sore.

Menurutnya, pelimpahan ini adalah upaya kejaksaan untuk segera menuntaskan perkara. Ia menyebut, di persidangan nanti para tersangka akan mempertanggungjawabkan perbuatan melawan hukum yang dilakukannya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kejari Kabupaten Pasuruan menemukan indikasi pemotongan BOP untuk Madin, TPQ, dan Ponpes yang sudah direncanakan sejak awal.

Ada rapat-rapat yang digelar para tersangka untuk menentukan besaran potongan. Besaran potongan juga bervariasi tergantung penerima BOP. Ada kelas-kelas untuk ponpes besar, sedang dan kecil. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved