Berita Nganjuk

Kejari Nganjuk Berikan Penyuluhan Hukum pada Kades agar Dapat Lebih Tegas Ambil Kebijakan

Kejari Nganjuk memberikan penyuluhan kukum kepada kepada desa agar dapat lebih tegas dalam mengambil kebijakan sesuai peraturan yang berlaku.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Kejari Nganjuk memberikan penyuluhan hukum kepada para kades se-Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Minggu (12/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kejaksaan Negeri Nganjuk memberikan penyuluhan hukum kepada kepala desa (kades), melalui program Sambung Roso Karo Jekso (SAE ROSO), yang kali ini digelar bersama kepala desa se-Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth menjelaskan, kegiatan SAE ROSO digelar untuk menjalin komunikasi yang lebih intensif, serta untuk memberikan pemahaman dan pengertian hukum kepada para kades.

"Belakangan ini banyak kades yang jarang ke kantor kejaksaan untuk melakukan konsultasi, untuk itu kami dengan program SAE ROSO bisa kembali intensif menjalin komunikasi dengan kades dan melakukan diskusi bersama," kata Nophy Tennophero Suoth, Minggu (12/6/2022).

Untuk itu, dikatakan Nophy, pihaknya berharap, dengan adanya pemahaman hukum, tidak terjadi hal-hal yang dapat menyebabkan permasalahan hukum saat para kades menjalankan tugasnya.

Di samping itu, dalam setiap mengambil keputusan di desa, para kades tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada.

"Jadi para kades dapat lebih tegas dalam mengambil kebijakan dengan tetap berdasarkan aturan dan undang-undang," ucap Nophy Tennophero.

Sementara itu, ungkap Nophy Tennophero Suoth, pihaknya juga mengharapkan para kades bisa mengerti dan memahami dalam penerapan kebijakan Restorative Justice (RJ) yang sudah mulai dilaksanakan pihak Kejari Nganjuk. Di mana penerapan Restorative Justice membutuhkan peran serta para kades.

"Dalam kegiatan Restorative Justice tersebut, kita telah banyak dibantu oleh para kepala desa sebagai tokoh masyarakat, dalam melakukan perdamaian antara korban dengan tersangka, sehingga perdamaian bisa dilaksanakan dan ditegakkan," tutur Nophy Tennophero Suoth.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Nganjuk

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved