Berita Trenggalek

Kisah Pria Trenggalek Merantau 30 Tahun Dikira Sudah Meninggal: Bapak Pulang Tidak Bawa Apa-apa

Kabar mengejutkan datang dari Trenggalek. Pria yang disangka sudah 30 tahun menghilang dan dikira sudah meninggal ternyata masih hidup. 

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/AFLAHUL ABIDIN
Ali Fattah, Surti, dan Kapolres Trenggalek di Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Senin (27/6/2022) saat berbincang lewat sambungan video dengan Muhadi (72) pria yang dikira sudah hilang 30 tahun dan dikira sudah meninggal 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Kabar mengejutkan datang dari Trenggalek. Pria yang disangka sudah 30 tahun menghilang dan dikira sudah meninggal ternyata masih hidup. 

Surti (65) tampak begitu grogi. Wajahnya terlihat antara percaya dan tak percaya ketika orang-orang berbicara tentang suaminya Muhadi (72).

Sudah 30 tahun Surti tak jumpa dengan Muhadi. Sang suami yang awalnya merantau di Malaysia tiba-tiba hilang kabar.

Awal merantau awal 1990-an, keduanya masih sering saling menghubungi. Muhadi juga selalu kirim uang untuk keluarganya.

Namun, pekerjaan yang tak pasti di Malaysia membuat Muhadi berpindah-pindah tempat kerja. Ia bahkan meninggalkan Malaysia dan pergi ke Aceh. Bekerja apa adanya.

"Tahun 2006 ketika Tsunami, bapak sempat berkabar kalau [dia] selamat," kata Ali Fattah (45), anak pertama Muhadi-Surti.

Itu merupakan kabar terakhir yang Ali dan keluarga terima soal keberadaan sang bapak. Setelah itu, tak ada sedikitpun cerita soal Muhadi.

Belasan tahun tak ada kabar, mereka sudah mengikhlaskan andai kata Muhadi telah meninggal.

Maka ketika kabar sang bapak selamat dan akan segera pulang ke Trenggalek untuk kembali bersama keluarga, Surti, Ali, dan tiga anak lainnya merasa seperti tak percaya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved