Berita Nganjuk

Pembangunan Infrastruktur Skala Besar di Nganjuk Dikerjakan, Kontraktor Diminta Perhatikan Kualitas

Proyek pembangunan infrastruktur beskala besar di Nganjuk mulai dikerjakan, Marhaen Djumadi  meminta kontraktor perhatikan kualitas bangunan.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Pembangunan infrastruktur jalan di Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, menjadi yang pertama dimulai pengerjaanya tahun 2022 dengan angaran hingga Rp 10,4 miliar, Jumat (1/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Setelah proses pelelangan oleh Pemkab Nganjuk selesai, pembangunan infrastruktur berskala besar di Kabupaten Nganjuk mulai dilaksanakan pada Juli 2022 ini.

Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, meski proyek-proyek pembangunan infrastruktur beskala besar di Kabupaten Nganjuk sudah mulai berjalan, tetapi dinilainya masih terlambat. Karena pihaknya mengharapkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur berskala besar di Kabupaten Nganjuk bisa dimulai pada bulan Mei 2022 lalu.

"Inilah mengapa kami tetap meminta para kontraktor pelaksana proyek infrastruktur mempercepat pengerjaan dengan tanpa menurunkan kualitas dari proyek. Karena waktu pelaksanaan sudah mundur dua bulan dari harapan kami," kata Marhaen Djumadi usai mengikuti tasyakuran dimulainya pembangunan jalan dan jembatan senilai Rp 10,4 miliar di Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jumat (1/7/2022).

Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengikuti tasyakuran dimulainya pembangunan jalan dan jembatan senilai Rp 10,4 miliar di Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jumat (1/7/2022).
Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengikuti tasyakuran dimulainya pembangunan jalan dan jembatan senilai Rp 10,4 miliar di Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jumat (1/7/2022). (Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz)

Dijelaskan Marhaen Djumadi, pihaknya berharap di bulan Juli 2022 ini, semua proyek berskala besar selesai proses lelangnya dan segera dikerjakan. Termasuk proyek pembangunan Pasar Kertosono Nganjuk dengan anggaran hingga Rp 15 miliar bisa segera dilaksanakan.

Dengan demikian, dalam pengerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Nganjuk memiliki banyak waktu dengan kualitas pengerjaan maksimal.

"Kami tidak menginginkan pelaksanaan proyek infrastruktur berskala besar seperti tahun sebelumnya. Di mana waktu pengerjaan yang pendek, sehingga kualitas diragukan dan yang merepotkan menjadi banyak sorotan warga," tandas Marhaen Djumadi.

Oleh karena itu, ungkap Marhaen Djumadi, pihaknya telah bertemu dan mengajak para kontraktor pemenang tender proyek infrastruktur berskala besar di Kabupaten Nganjuk untuk lebih serius dalam mengerjakan proyek. Budaya mengutamakan kualitas pengerjaan harus dimiliki para kontraktor, terlebih kontraktor asli Nganjuk, karena proyek itu untuk masyarakat Nganjuk sendiri.

"Jadi kami sudah ajak para kontraktor pemenang tender proyek bekerja lebih maksimal untuk rakyat Nganjuk. Terutama dengan memperhatikan kualitas proyek, sehingga bertahan dalam waktu lama," ucap Marhaen Djumadi.

Memang, diakui Marhaen Djumadi, proyek infrastruktur di Kabupaten Nganjuk tahun ini cukup banyak. Terutama untuk proyek jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan karena faktor usia. Hal itupun menjadikan masyarakat yang mendapatkan manfaat dari adanya jalan dan jembatan mengalami kesulitan. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur jalan yang juga menjadi bagian dari 14 program unggulan Pemda Kabupaten Nganjuk akan terus dilakukan sampai seluruhnya menjadi baik.

"Makanya, kami juga mengharapkan masyarakat ikut mendukung program pembangunan infrastruktur yang dijalankan pemerintah daerah secara bertahap," tutur Marhaen Djumadi.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Nganjuk

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved