Berita Surabaya

Ekonom UNAIR Sebut 2 Dampak Kenaikan Harga Minyak, Gerus Kemampuan Negara Hingga Inflasi Meningkat

Kenaikan harga minyak dunia disebut berpengaruh pada kenaikan harga minyak dalam negeri. Apa penyebabnya

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
Ekonom UNAIR Dr Rossanto Dwi Handoyo SE MSi PhD. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Saat ini harga minyak dunia hampir mencapai angka 112 dollar per barel.

Kenaikan harga minyak dunia berpengaruh pada kenaikan harga minyak dalam negeri karena Indonesia memiliki ketergantungan minyak yang sangat tinggi terhadap pihak luar.

Sejalan dengan hal itu, Ekonom UNAIR Dr Rossanto Dwi Handoyo SE MSi PhD pun turut memberikan pemaparan dampak kenaikan harga minyak dalam negeri.

Menurutnya, kenaikan harga minyak akan menggerus kemampuan Indonesia untuk menstabilkan harga minyak dalam negeri. Selain itu juga, dari kaca matanya, kenaikan minyak juga akan meningkatkan inflasi secara umum.

*Menggerus Kemampuan Negara Menstabilkan Kenaikan Minyak *

Rossanto menuturkan bahwa Indonesia memang mengekspor minyak, akan tetapi impor minyak lebih besar dari pada ekspornya. Hal ini menyebabkan Indonesia masuk dalam kategori negara net importir oil atau negara pengimpor bersih.

“Negara pengimpor bersih adalah negara dengan impor lebih banyak daripada ekspornya,” jelasnya Sabtu (9/7/22).

Bagi negara net importir oil, lanjutnya, kenaikan harga minyak dunia akan menggerus kemampuan negara dalam menstabilkan harga minyak dalam negeri. Tidak semua negara mentransfer sepenuhnya harga minyak di luar negeri ke dalam negeri.

“Jadi akan ada subsidi yang diberikan oleh negara kepada masyarakat dalam negeri untuk memastikan bahwa harga minyak terjangkau di dalam negeri,” terangnya.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Curah Turun, Pedagang Pasar di Surabaya: Sudah Sejak Sepekan Terakhir

*Meningkatkan Inflasi Secara Umum*

Dosen Ilmu Ekonomi UNAIR itu juga menjelaskan bahwa ada kalangan produsen yang harus membayar harga minyak sama dengan harga minyak internasional. Hal ini terutama untuk pabrik industri menengah dan besar.

“Mereka tidak diperkenankan menikmati harga minyak atau BBM yang bersubsidi dari pemerintah,” ungkapnya.

Bagi industri, lanjutnya kembali, kenaikan harga minyak dan BBM akan mendorong kenaikan biaya produksi. Kenaikan biaya produksi kemudian akan ditransfer ke dalam harga output yang dihasilkan industri. “Kenaikan harga output industri akan turut mendorong kenaikan harga barang secara umum,” ujarnya.

"Jadi, kenaikan harga minyak dunia akan mendorong kenaikan harga minyak dalam negeri yang tidak disubsidi pemerintah. Kemudian, kenaikan harga minyak akan ditransfer ke dalam harga output industri sehingga inflasi turut akan naik.

Di bulan ini saja Indonesia sudah mulai mengalami inflasi yang naik menjadi 4,35 persen. Ini salah satu dampak langsung yang kita rasakan terkait fenomena harga minyak,” tandasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved