Berita Kota Batu

JE Terdakwa Dugaan Kekerasan Seksual di SPI Kota Batu Akhirnya Ditahan, Kepala Kejari: 30 Hari

Julianto Eka Putra alias JE terdakwa kasus dugaan kekerasan seksual di SPI Kota Batu akhirnya ditahan, Kepala Kejari Kota Batu: 30 hari.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Julianto Eka Putra (JE), terdakwa perkara dugaan kekerasan seksual di Sekolah Selamat Pagi Indonesia atau SPI Kota Batu akhirnya ditahan. Pemilik Sekolah SPI Kota Batu tersebut ditahan di Lapas Kelas I Malang pada Senin (11/7/2022) sore dan masuk ke dalam lapas sekitar pukul 16.48 WIB. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Julianto Eka Putra (JE), terdakwa perkara dugaan kekerasan seksual di Sekolah Selamat Pagi Indonesia atau SPI Kota Batu akhirnya ditahan.

Pemilik Sekolah SPI Kota Batu tersebut ditahan di Lapas Kelas I Malang pada Senin (11/7/2022) sore dan masuk ke dalam lapas sekitar pukul 16.48 WIB.

Kepala Kejari Kota Batu, Agus Rujito yang mengantarkan langsung terdakwa masuk ke dalam lapas, memberikan tanggapannya terkait hal tersebut.

"Hari ini, kita menerima penetapan dari majelis hakim Pengadilan Negeri Malang yang mengadili perkara tersebut. Isinya, menetapkan penahanan terhadap terdakwa selama 30 hari. Jadi, kami hanya melaksanakan ketetapan dari majelis hakim tersebut," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (11/7/2022).

Dirinya menjelaskan, surat penetapan penahanan dari majelis hakim keluar sekitar pukul 13.00 WIB.

"Setelah penetapan tersebut keluar, kami langsung berangkat ke Surabaya sekitar pukul 14.30 WIB untuk menjemput terdakwa di rumahnya. Alhamdulillah, terdakwa kooperatif," jelasnya.

Setelah itu, terdakwa JE diamankan dan menjalani prosedur kesehatan swab test. Setelah dinyatakan sehat dan negatif Covid-19, terdakwa dibawa ke Lapas Kelas I Malang untuk menjalani penahanan.

Sebagai informasi, dalam kegiatan penahanan tersebut, Kejari Kota Batu meminta back-up bantuan dari Polda Jatim, Polresta Malang Kota, dan Kejati Jatim.

Agus Rujito juga menambahkan, pihaknya telah meminta dan memohon kepada majelis hakim untuk melakukan penahanan dari bulan April 2022.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved