Berita Lumajang
Kepulangan Jemaah Haji Asal Lumajang Diskrining Ketat, Keluarga Diimbau Tak Menjemput di Surabaya
Kepulangan jemaah haji asal Lumajang diskrining ketat, keluarga diimbau tidak menjemput di Surabaya. Kecuali bagi kondisi jemaah tertentu.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan
TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Kepulangan jemaah haji ke Lumajang akan diskrining ketat. Hal itu lantaran saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.
Pemeriksaan kesehatan yang harus dilalui jemaah haji yang kembali dari Tanah Suci meliputi cek suhu tubuh ketika datang di Bandara Juanda Surabaya. Jika suhu badannya mencapai lebih dari 37,5 celsius harus dilakukan tes PCR. Sedangkan, jika suhu tubuh jemaah di bawah 37,5 celsius harus dilakukan tes swab antigen.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Lumajang, Abdul Rofiq mengatakan, jemaah haji asal Lumajang dijadwalkan tiba di Indonesia pada 28 Juli 2022 mendatang.
Dia mengatakan, jika ada jemaah yang teridentifikasi Covid-19 nantinya akan langsung dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 di Surabaya. Langkah ini diambil agar jemaah bisa mendapat penanganan secara cepat.
"Sedangkan jemaah yang terkonfirmasi positif tanpa gejala atau gejala ringan diserahkan ke petugas daerah untuk dirawat di rumah sakit di Lumajang," kata Rofiq.
Selain skrining kesehatan, Rofiq juga menuturkan, penjemput atau pendamping jamaah haji tahun ini belum bisa dilakukan sembarangan. Pihak keluarga diimbau untuk tidak menjemput jemaah di Surabaya. Kecuali, bagi kondisi jemaah tertentu.
"Namun itu harus dapat izin dari panitia penyelenggara haji," tambahnya.
Dia juga mengimbau kepada keluarga agar tidak melakukan arak-arakan ketika menjemput jemaah haji di Lumajang. Selain demi menjaga keselamatan, hal itu juga agar tidak mengganggu para pengguna jalan.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
Kumpulan berita seputar Lumajang