Ajudan Jenderal Ferdy Tembak Brigadir J

Bukti Brigadir J Nangis Ketakutan Sebelum Tewas Dikuak Pengacara, Yakin Pembunuhan Berencana: Jejak

Disebut sang pengacara, ada bukti bahwa Brigadir J sempat menangis ketakutan karena ancaman.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Arie Noer Rachmawati
Tribun Manado
Kolase potret Brigadir J yang tewas ditembak gelagat calon istrinya dalam pemakaman, Rabu (13/7/2022). Bukti terancam dikuak pengacara. 

TRIBUNJATIM.COM - Bukti baru terkait kasus kematian Brigadir J dikuak pengacara keluarga.

Disebut sang pengacara, ada bukti bahwa Brigadir J sempat menangis ketakutan karena ancaman.

Rekaman tangis Brigadir J disebut diambil beberapa hari sebelum insiden penembakan di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo yang menewaskannya.

Baca juga: Dilarang Lihat Pra Rekonstruksi di Rumah Irjen Ferdy Sambo, Kuasa Hukum Brigadir J: Jujur Ajalah

Dikutip TribunJatim.com dari TribunJambar, fakta baru terkait kasus kematian Brigadir J alias Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat terus digali.

Terkini, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak beberkan penemuannya.

Hal ini dikatakan Kamaruddin Simanjuntak setelah mendampingi keluarga Brigadir J saat diperiksa penyidik di Polda Jambi pada Sabtu (23/7/2022).

Diketahui laporan dugaan berencana yang dilaporkan keluarga Brigadir J sudah dinaikkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan, meski belum ditetapkan tersangkanya.

"Hari ini mendampingi pemeriksaan sidik, artinya status atas laporan kami ditingkatkan dari lidik ke sidik. Lidik itu artinya mencari tahu apakah ada terjadi tindak pidana. Setelah penyidik yakin ada dugaan tindak pidana meningkatkan statusnya menjadi sidik," katanya.

"Sidik itu artinya ada perbuatan pidana, tinggal menentukan siapa saja tersangkanya," tambahnya.

Baca juga: Pembunuh Sebenarnya Brigadir J Terkuak? Tersangka Mengaku, Video Lama Irfen Ferdy Sambo Viral: Tegas

Kamaruddin Simanjuntak juga menyampaikan fakta baru terkait dugaan pembunuhan berencana dengan target Brigadir Yosua.

"Kami sudah menemukan jejak digital dugaan pembunuhan berencana. Artinya sudah ada rekaman elektronik dimana almarhum Brigadir J pada bulan Juni tahun 2022 menangis karena ketakutan," ujarnya.

Terkait detail dari rekaman tersebut apakah panggilan atau teknis lainnya akan segera diungkap.

Dia menyebutkan bahwa pengancaman pembunuhan tersebut terus berlanjut hingga satu menjelang korban meninggal dunia.

 "Ancaman pembunuhan itu berlanjut terus hingga satu hari menjelang pembantaian," ungkapnya.

Baca juga: Sosok Seali Syah Keponakan Ariel Noah? Suaminya Diduga Larang Keluarga Brigadir J Buka Peti Jenazah

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved