Berita Kota Batu

69 Jemaah Haji Batu Alami Gangguan Kesehatan di Tanah Suci, Diduga karena Kelelahan dan Cuaca Panas

69 jemaah haji asal Kota Batu alami gangguan kesehatan di Tanah Suci, diduga karena kelelahan dan cuaca panas.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Jemaah haji asal Kota Batu, Santi Restuningsasi (kedua dari kanan) saat hendak berangkat ke Tanah Suci, 2022. 69 jemaah haji dilaporkan alami gangguan kesehatan diduga karena kelelahan. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Ada 69 jemaah haji asal Kota Batu yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg Kartika Trisulandari menjelaskan, laporan yang ia terima menyebutkan, gangguan kesehatan para jemaah terjadi setelah berada di Arafah, Musdhalifah dan Mina. Diduga kuat mereka mengalami gangguan kesehatan karena kelelahan.

"Banyak jemaah haji yang mengalami kelelahan dan sakit. Sedangkan yang dilaporkan sehat ada 31 orang," urainya, Selasa (26/7/2022).

Dikatakan Kartika Trisulandari, kegiatan para jemaah begitu padat selama di Tanah Suci. Di samping tingginya kegiatan, suhu cuaca di sana juga sangat panas. Sangat berbeda dengan kondisi di Tanah Air.

Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya awal, yakni mengingatkan para jemaah agar tidak beraktivitas secara berlebihan. Mereka diimbau untuk beribadah atau berkegiatan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Para jemaah juga harus mematuhi protokol kesehatan.

Petugas juga memberikan obat-obatan dan vitamin kepada para jemaah yang membutuhkan. Kabar baiknya, semua jemaah dari Kota Batu telah melaksanakan semua rukun haji. 

“Petugas di sana juga mengingatkan jemaah yang memiliki komorbid untuk selalu meminum obat serta mengimbau untuk menghindari makanan dan minuman dingin. Untuk stok obat, aman tidak ada kekurangan. Obat-obatan khusus ISPA yang terbatas,” paparnya.

Sementara itu, salah satu jemaah haji asal Kota Batu, Santi Restuningsasi menceritakan kondisi cuaca di Arab Saudi. Ia menjelaskan betapa panasnya di sana. Suhu di Makkah bisa mencapai 47 derajat celsius.

"Suhu di Madinah bisa mencapai 50 derajat, sedangkan di Makkah mencapai 47 derajat. Meskipun begitu, saya dan seluruh jemaah haji merasakan kenikmatan yang luar biasa karena ini kami tunggu hingga 11 tahun lamanya," ujar Santi. 

Terlepas dari dari kondisi cuaca yang begitu berbeda, Santi mengaku bahwa pelayanan yang diberikan kepada jemaah sangat baik. Pelayanan transportasi dan makanan sangat memenuhi kebutuhan jemaah.

"Kami di sini sebagai tamu Allah, benar-benar diistimewakan, baik makanan, transportasi dan hotelnya. Insyaallah kami yang tergabung dalam kloter 20 akan kembali ke Indonesia tanggal 29 Juli dan sampai di Kota Batu tanggal 30 Juli,” ujarnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Batu

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved