Berita Nganjuk

Kejari Resmikan Rumah Restorative Justice Kedua di Nganjuk Sekaligus Bagikan 450 Paket Sembako

Kejaksaan Negeri Nganjuk meresmikan Rumah Restorative Justice kedua di Nganjuk, sekaligus bagikan 450 paket sembako untuk warga.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth bersama Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi melakukan cek kesehatan di Rumah Restorative Justice di Desa Dawuhan, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, yang diresmikan pada Selasa (19/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kejaksaan Negeri Nganjuk membuka Rumah Restorative Justice di Desa Dawuhan, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk.

Acara tersebut digelar bersamaan dengan pembagian 450 paket bantuan sosial berupa sembako kepada warga.

Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth mengatakan, selain kegiatan bakti sosial (baksos) dalam rangka pembukaan rumah Restorative Justice, juga digelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga dan pemberian vaksinasi Covid-19 kepada para lanjut usia (lansia).

"Kegiatan ini sengaja kami kemas sedemikian rupa yang langsung pada warga sekaligus sebagai kegiatan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 di Kabupaten Nganjuk," kata Nophy Tennophero Suoth, Selasa (19/7/2022).

Untuk itu, dikatakan Nophy Tennophero Suoth, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Plt Bupati Nganjuk dan Forkopimda Kabupaten Nganjuk yang telah ikut menjadi saksi dan mendukung dengan dibukanya rumah Restorative Justice di Desa Dawuhan, Kecamatan Jatikalen.

"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk karena Rumah Restorative Justice yang kedua dibuka, di mana yang pertama telah diresmikan di Desa Grojogan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, beberapa waktu lalu," kata Nophy Tennophero Suoth, Selasa (19/7/2022).

Dikatakan Nophy Tennophero Suoth, dari sisi geografis, Kecamatan Jatikalen sangat strategis untuk pembentukan Rumah Restorative Justice. Ini dikarenakan lokasinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Jombang.

Lebih lanjut diungkapkan Nophy Tennophero Suoth, proses Restorative Justice sangat ketat dan tidak semua perkara bisa diselesaikan secara Restorative Justice. Ini dikarenakan ada seleksi yang cukup ketat, terutama untuk penyelesaian perkara tindak pidana umum.

"Kami berharap penyelesaian permasalahan hukum dapat diselesaikan dalam tingkat desa, karena warga desa merupakan ujung tombak dalam keberhasilan Restorative Justice. Dan manfaat dilaksanakannya Restorative Justice menjadi salah satu perekat dalam hubungan warga. Karena apabila ada perselisihan antarwarga, hubungan bisa rusak dan membuat kondisi yang tidak kondusif di desa tersebut," ucap Nophy Tennophero Suoth.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved