Berita Batu

Siasat Pemuda Asal Pujon Bawa Lari Enam Mobil Hasil Tipu Muslihat, Simak Kronologinya

Seorang pemuda asal Pujon ditangkap karena terlibat penipuan dan penggelapan kendaraan dengan niali aset hingga Rp 1 miliar

Penulis: Benni Indo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Benni Indo
Kapolres Batu, AKBP Oskar Syamsuddin menunjukan barang bukti hasil kejahatan Gavin yang berada di sebelahnya saat gelar rilis di Polres Batu, Rabu (3/8/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Seorang warga Kecamatan Pujon bernama Gavin Zahra Ajiaram (23) ditangkap oleh anggota Reserse Kriminal Polres Batu di Samarinda beberapa waktu lalu. Penangkapan Gavin ini berkaitan dengan masuknya laporan penipuan dan penggelapan kendaraan dengan niali aset hingga Rp 1 miliar.

Kapolres Batu, AKBP Oskar Syamsuddin menjelaskan, polisi mengamankan enam mobil yang merupakan barang bukti hasil kejahatan Gavin. Enam mobil itu antara lain tiga mobil Sigra, dua buah Xenia dan sebuah Grandmax.

"Korbannya ada sembilan orang. Rentang kejadiannya sejak Januari hingga Maret 2022," ujar Oskar.

Pelaku awalnya mendatangi korban yang ia kenal untuk meminjam mobil. berbagai alasan dikemukakan oleh Gavin untuk memperdaya para korbannya.

"Jadi alasan alasan menyewanya untuk menjemput keluarga, lalu takziah dan juga kepentingan pribadi tersangka," imbuh Oskar.

Baca juga: Nama Dinkes Kota Malang Dicatut untuk Penipuan, Warga Diminta Waspada dan Periksa Surat Tugas

Setelah berhasil dipinjamkan, mobil tersebut digadaikan kepada orang lain. Nilai gadainya pun beragam, mulai Rp 20 juta hingga Rp 28 juta.

Modus yang dilakukan oleh Gavin ini terbongkar ketika korban tidak dapat menghubungi Gavin kembali. Gavin tidak bisa dihubungi pasca meminjam mobil. Sedangkan para korban membutuhkan uang dari Gavin yang belum lunas menyewa.

"Mereka melaporkan ke Polres Batu, lalu kami telusuri hingga mengetahui keberadaannya ada di Samarinda, Kalimantan Timur," ujar Oskar.

Gavin pada akhirnya ditangkap di Samarinda. Kota itu menjadi tempat pelariannya. Harapannya bisa lolos dari jerat hukum pun pupus karena keberadaannya diketahui petugas

Di Samarinda, Gavin mengaku bekerja serabutan. Ia juga mengakui, uang hasil kejahatannya digunakan untuk melunasi cicilan mobil pribadinya. Di hadapan penyidik, Gavin sejauh ini mengaku melakukan perbuatannya seorang diri.

Dalam kasus penipuan atau penggelapan tersebut, tersangka disangkakan melanggar pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP dengan hukuman pidana hukuman penjara setinggi-tingginya empat tahun.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved