Berita Blitar

Nasib Pilu Pekerja Pabrik Gula di Blitar, Tumpukan Karung Setinggi 5 Meter Mendadak Ambruk, 1 Tewas

Dua karyawannya tertimpa tumpukan puluhan karung sak gula seberat 50 kg per sak-nya. Hal itu memicu kepanikan pekerja Pabrik Gula PT Rejoso Manis Indo

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/IMAM TAUFIQ
Petugas terlihat melakukan olah TKP di dalam gudang gula di PT RMI setelah ada karyawan yang tewas akibat tertimpa tumpukan karung gula setinggi 5 meter. 
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Taufiq
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR- Kepanikan mendadak terjadi di lokasi Pabrik Gula PT Rejoso Manis Indo (RMI), Blitar, Kamis (11/9/2022) pagi dini hari. 
Hal itu bukan karena sedang melakukan musim giling tahunan namun ada dua karyawannya yang tertimpa tumpukan puluhan karung yang berisi gula seberat 50 kg per sak-nya.
Karena tertimpa tumpukan karung gula setinggi 5 meter, ya sudah bisa dibayangkan akibatnya. Keduanya mengalami luka yang serius, bahkan salah satunya tak terselamatkan. 
Dikabarkan, ia tewas sesaat tertimpa tumpukan karung gula yang mendadak ambruk dan langsung menimbunnya. 
Korban tewas diketahui bernama Dedik S (33), warga Desa Ngembul, Kecamatan Binangun atau berjarak seekitar 2 km dari tempatnya bekerja, di pabrik gula itu.
Sedang, korbaan satunya adalah Riko S (28), warga Desa/Kecamatan Binangun atau berjarak sekitar 4 km dari pabrik RMI, yang ada di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun juga.
Kejadian itu semula tak terdengar ke luar pabrik namun entah siapa yang menyebarkan akhirnya ramai juga dibicarakan. 
Buntutnya, pihak pabrik, PT RMI tidak bisa mengelak karena ada satu karyawan yang nyawanya melayang akibat kecelakaan kerja.
"Iya, ada kejadian seperti itu. Namun, soal penyebabnya, itu kami belum bisa menjelaskan," kata Putu Hendaruji, Project Manager PT RMI.
Menurutnya, keduanya adalah karyawan di pabrik gula itu namun bukan karyawan tetap. Mereka berstatus outsourcing--bisa berstatus-karyawan kontrak atau karyawan dari perusahaan ketiga yang dikontrak di RMI. 
Namun, itu tak dijelaskan detail. "Mereka bekerja di bagian gudang. Di antaranya, pekerjaannya adalah tukang panggul atau memindahkan sak gula, untuk ditata dalam gudang," ungkapnya.
Entah apa yang terjadi karena tidak diketahui, lanjut dia, tumpukan sak gula setinggi 5 meter, yang usai ditata itu ambruk. 
Celakanya, keduanya belum beranjak dan dalam posisi membelanginya sehingga diperkirakan tidak tahu kalau ada tumpukan sak gula itu, mendadak ambruk. Karena tidak sempat menghindar, tubuhnya tertimpa. "Kami belum tahu kenapa itu kok ambruk," ujarnya.
Sesaat setelah keejaadiaan, petttugas Polsek Binangun dan Polres Blitar langsung datang ke PT RMI, untuk melakukan olah TKP. Namun hasilnya belum dijelaskan karena berdalih olah TKP masih berlangsung. 
"Korban (yang tewas) sudah divisum. Untuk korban yang selamat dan mengalami luka seeperti patah tulang sudah dirawat di ruumah sakit (RS swasta di Kecamatan Kesamben)," ujar AKP Hery Purnomo Yulianto, Kapolsek Binangun. 
Belum diketahui jelas, apakah korban tewas di TKP (dalam gudang ketika masih tertindih tumpukan sak gula) atau dalam perjalanan ke rumah sakit. Namun, dikabarkan korban tewas tak lama berselang sesaat setelah peristiwa naas itu.
"Kami masih mendalaminya," ujarnya. 
Terkait peristiwa detailnya memang petugas masih memeriksa beberapa saksi. Namun, kejadian itu terjadi pada Kamis (11/9/2022) pagi atau sekitar pukul 04.45 WIB, di saat korban masuk shift tiga. 
Seperti biasanya, kalau lagi musim gilingg seperti saat ini, pabrik gula yang berkali-kali diprotes warga sekitar karena mulai dituduh melakukan dugaan pencemaran sungai, sampai jadi penyebab rusaknya jalan desa itu, operasional 24 jam. 
Kebetulan, kedua korban itu shift tiga sehingga bekerja mulai masuk malam dan pulang pagi. 
"Karena banyak gula yang dihasilkan, sehingga karyawan bagian gudang sibuk menatanya. Bukan hanya berdua namun ada banyak karyawan lainnya, di gudang itu. Sebab, jumlah tumpukan karung sak gula itu ada ribuan dan harus ditata sebelum diangkut ke truk," ujar sumber.
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved