Berita Gresik
Vakum Bertahun-tahun, Sedekah Laut khas Campurejo Gresik Kembali Digelar, Bupati: Dilestarikan
Setelah sempat vakum dua tahun lamanya karena tingginya pandemi Covid-19, sedekah laut di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik kembali digelar
Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sempat vakum dua tahun lamanya karena tingginya pandemi Covid-19, sedekah laut di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik kembali digelar. Puluhan perahu nelayan dihiasi sedemikian rupa lengkap dengan bendera merah putih.
Perahu nelayan berlayar beriringan. Acara dimulai dengan kirab tumpeng. Tumpeng dikumpulkan di tempat pelelangan ikan.
Berisi sayuran, nasi kuninh serta lauk paik. Dibawa keliling perahu nelayan. Banyak warga antusias melihat dari tepi pantai Campurejo.
Sedekah laut ini para nelayan berharap tangkapan ikan lebih meningkat.
Baca juga: Lestarikan Tradisi Sedekah Bumi, Warga Gresik Mengarak Tumpeng 2 Meter Keliling Kampung
Ketua Rukun Nelayan Campurejo, Muzi menuturkan sedekah laut adalah tradisi turun temurun. Terus dilestarikan warga pesisir Campurejo. Ditambah lagi dengan momen memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77.
"Tumpeng sudah didoakan, dimakan bersama keluarga di atas kapal di tengah laut," kata Muzi kepada awak media, Sabtu (13/8/2022).
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turut hadir dalam tradisi tersebut. Pria yang akrab disapa Gus Yani menambahkan sedekah laut agar terus dilestarikan. Tradisi masyarakat pesisir.
"Semoga tradisi ini terus dilestarikan," kata dia.
Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Kadis Perikanan Nadlelah, Camat Panceng Ahmad Nasikh, jajaran BUMD Gresik Migas dan Pemerintah Desa Campurejo.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/sedekah-laut-di-perairan-campurejo-panceng-kabupaten-gresik-sabtu-1382022.jpg)