Berita Kesehatan

Adaptasi New Normal, RS Sentra Medika Cibinong Edukasi Tetap Sehat & Produktif saat Endemi Covid-19

Dengan begitu, masyarakat perlu beradaptasi dalam norma baru seperti pakai masker dan mencuci tangan, yang diperlukan untuk antisipasi penularan Covid

Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
RS Sentra Medika Cibinong gelar seminar hybrid bertajuk 'Tetap sehat dan produktif menuju endemi Covid-19' 

TRIBUNJATIM.COM – Saat ini Indonesia tengah berada di masa endemi Covid-19.

Dengan begitu, masyarakat perlu beradaptasi dalam norma baru seperti pakai masker dan kebiasaan mencuci tangan, yang diperlukan sebagai antisipasi pencegahan penularan virus Covid-19.

Hal itu perlu saat beraktivitas sehari-hari di luar rumah, mulai dari lingkungan kerja, sekolah maupun kampus, ataupun di tempat keramaian seperti pasar, supermarket, sarana publik termasuk rumah sakit dan pusat layanan kesehatan.

Baca juga: Harkitnas 2022, Puan Ajak Rakyat Bangkit untuk Sambut Masa Endemi Covid-19

“Itu sebabnya kami dari jajaran Direksi RS Sentra Medika Cibinong, menyambut baik inisiatif penyelenggaraan seminar ini, karena kami dari kalangan medis mengetahui juga keberadaan virus ini masih berkembang melalui mutasi berbagai varian baru," terang dr. P. Lanjar Sugianto, MARS selaku Direktur RS Sentra Medika Cibinong dalam keterangan tertulis, Rabu (31/8/2022).

“Untuk antisipasi ini tentu sebagai warga negara yang baik, perlu memperhatikan dan menjalankan kebiasaan hidup yang baru yaitu tetap mematuhi Protokol Kesehatan, menjalankan pola hidup sehat dengan asupan gizi yang seimbang, serta melakukan pencegahan terjangkitnya infeksi Covid-19 ini secara pro aktif dengan tes swab antigen secara berkala," tambah dr. P. Lanjar Sugianto, MARS.

Sedangkan Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) Heru Firdausi Syarif memberi apresiasinya atas kolaborasi antara IRRA dengan RS Sentra Medika.

“Kami menghargai upaya RS Sentra Medika yang mau bekerjasama dengan kami secara terbuka, karena kami sadar kesediaan para tenaga medis untuk secara rutin membiasakan pemeriksaan swab antigen, baik di lingkungan rumah sakit maupun wilayah kerja sekitarnya, akan dapat mengurangi secara efektif resiko penyebaran Covid-19 lebih masif,” jelas Heru.

Tak hanya itu, Heru juga mengajak semua pihak dapat turut mendiseminasi adaptasi kebiasaan baru di lingkungan sekitarnya, mulai dari menggunakan masker dan menggantinya setiap empat jam sekali, rajin mencuci tangan, dan juga secara berkala memeriksakan diri dengan pemeriksaan swab antigen.

Dalam paparannya, dr. Ryan Susanto Sp. PK dari RS Sentra Medika Cibinong, menjelaskan kondisi teraktual di mana varian terakhir Covid-19 adalah subvarian Omicron BA 4 dan BA 5, yang sudah terdeteksi masuk ke Indonesia sejak medio Juni tahun ini.

Selain terkontaminasi setelah pulang melakukan perjalanan dari luar negeri dan menghadiri pertemuan internasional di Bali, rata-rata mereka juga sudah melakukan vaksin booster.

“Keberadaan mutasi gen varian dan sub varian baru ini tidak mudah dideteksi, sehingga vaksinasi menjadi upaya menekan agar gejala yang diderita pasien tidak semakin memburuk. Itu sebabnya cara yang efektif yang dapat mencegah tidak terjadinya penularan, salah satunya adalah secara rutin melakukan tes swab antigen," paparnya.

Sejumlah lokasi yang diketahui menjadi penyebab utama terjadinya penularan adalah di sekitar area publik, termasuk sekolah dan rumah sakit, sehingga situasi ini perlu dipahami sebagai langkah pencegahan secara antisipatif untuk saling melindungi.

Menurut dr. Ryan, untuk dapat memilih alat tes RDT-Ag dalam penggunaan Corona Virus Disease-2019 (Covid-19), kriteria pertama adalah produk itu harus memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan, karena telah lulus uji validasi dan resmi terdaftar sebagai Alat Kesehatan Dalam Negeri.

Berdasarkan evaluasi lokal yang dilakukan oleh Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, produk Alat Rapid Tes Nasal BioquickTM, memiliki keunggulan antara lain sensitifitasnya mencapai 91,3 persen.

Selain itu deteksi protein nukleokapsid pada virus SARSCoV-2 tidak terpengaruh oleh varian Omicron.

Dengan harga jual yang lebih terjangkau, maka diharapkan produk ini juga menjadi prioritas pilihan bagi tenaga kesehatan (nakes), mengingat mereka yang dites menggunakan Alat Rapid Tes Nasal BioquickTM akan merasa lebih nyaman.

Itu karena metode pengambilan sampelnya hanya kedalaman 2 cm ke hidung (swab nasal), sehingga meminimalisir efek yang tak diinginkan seperti batuk atau bersin.

"Bagi nakes juga akan mengurangi resiko infeksi karena prosedur yang minimalis," pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved