Berita Malang

Dinkes Kota Malang Perpanjang Imunisasi BIAN Hingga 13 September 2022

Pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kota Malang telah mencapai target. Sesuai rencana, target yang ditetapkan untuk Kota Malan

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di wilayah Kota Malang. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kota Malang telah mencapai target. Sesuai rencana, target yang ditetapkan untuk Kota Malang adalah sebesar 95 persen dan masih terus berjalan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, hingga akhir Agustus lalu, capaian BIAN di Kota Malang sudah di angka 97,35 persen berdasarkan data riil dan 71,96 persen berdasarkan data proyeksi.

Oleh karena itu, sesuai arahan dari Dinkes Provinsi Jawa Timur, maka Dinkes Kota Malang akan memperpanjang waktu BIAN hingga 13 September 2022 mendatang.

"Angka proyeksi adalah angka statistik berapa jumlah penduduk dan berapa persennya merupakan sasaran 9-59 bulan. Angka ini yang akan kita lihat lagi. Untuk sekarang, kita akan kejar untuk mencapai 100 persen untuk riilnya,"

"Kalau sudah, baru kita koordinasikan dengan wilayah apakah masih ada warga usia 9-59 bulan yang belum vaksin. Nanti, kumpulkan lagi datanya sambil kita sisir lagi," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (4/9/2022).

Dirinya menuturkan, bahwa untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) diharapkan minimal 70 persen sasaran sudah tervaksin.

Sebagai informasi, penyelenggaraan BIAN ini untuk meningkatkan tercapainya kekebalan bayi melalui program imunisasi, meningkatkan capaian imunisasi dasar lengkap dan menghentikan transmisi virus campak dan rubella setempat.

Selain itu, juga untuk mempertahankan Indonesia bebas polio, mewujudkan eradikasi polio global tahun 2026 dan mengendalikan penyakit difteri dan pertusis di Kota Malang.

"Kami akan melakukan koordinasi dengan kepala wilayah, camat, lurah, koordinator posyandu, TP PKK, dan organisasi kemasyarakatan. Hal itu kami lakukan, untuk mendapatkan tambahan data dan dukungan dalam memobilisasi sasaran selama masa perpanjangan waktu BIAN ini," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved