Berita Surabaya

Harga BBM Naik, DPRD Surabaya Ajak Warga Beralih ke Angkutan Massal, AH Thony: Efektif dan Efisien

Kenyataan pahit harus diterima adalah saat masyarakat hanya bisa menerima keputusan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/SUGIHARTO
TRANSPORTASI MASSAL - Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony mendorong Pemkot Surabaya untuk gencar mengajak masyarakat beralih ke transportasi massal dengan cara menawarkan layanan terbaik, efektif, dan efisien. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kenyataan pahit harus diterima adalah saat masyarakat hanya bisa menerima keputusan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Sambil berharap ada kebijakan yang tidak makin mempersulit kondisi masyarakat, saanya semua harus hidup rasional.

"Momentum kenaikan harga BBM ini menjadi peringatan dini bahwa ke depan menuntut kita harus lebih efisien. Harus hidup rasional dalam berkendara. Maka, angkutan massal menjadi salah satu solusinya," kata Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A Hermas Thony, Minggu (4/9/2022).

Pada saat yang sama, Kota Surabaya saat ini terus berproses mengembangkan sistem transportasi massal. Suroboyo Bus dan Trans Semanggi Surabaya hingga dukungan Trans Jatim menjadi supporting system nyata demi kenyamananan transportasi massal. Semuanya murah dengan tarif Rp 5.000. Bahkan untuk pelajar Rp 2.500.

Tentu itu merupakan pilihan dalam berhemat. Namun, tantangan terberat adalah bagaimana menjamin efisiensi waktu dan efektivitas menuju tempat kerja. Hal ini yang terpikirkan oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya itu saat meninjau fasilitas dan operasional Suroboyo Bus, di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) Surabaya.

Saat meninjaum AH Thony disambut Penanggung Jawab Operasional Suroboyo Bus Andik Dwi Harjadi dan Kepala UPT Terminal Intermoda Joyoboyo Daryanto. Pejabat di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya itu juga menyampaikan tentang rencana Suroboyo Bus ke depannya.

AH Thony yang merupakan wakil Partai Gerindra di DPRD Surabaya menekankan layanan transportasi masal harus mudah, efektif, dan efisien. "Sudah tepat cara bayar Suroboyo Bus kini semakin mudah dengan e-Money semua bank. Tidak harus bayar dengan sampah botol," katanya

Dengan pembayaran nontunai atau chasless itu akan memudahkan para karyawan, pegawai, pekerja, dan warga yang hendak naik angkutan masal. Tapi kendalanya saat ini, Suroboyo Bus hanya menjangkau jalan-jalan besar. Sementara warga banyak yang tinggal di perkampungan dan perumahan.

Begitu juga tujuan ke tempat kerja, mestinya Suroboyo Bus juga menjangkau titik terdekat setiap tempat kerja. Apakah itu perkantoran swasta, pemerintahan, pusat perbelanjaan, mal, rumah sakit, dan tempat tujuan lain.

Angkutan massal Suroboyo Bus jelas tak menjangkau titik-titik itu. Terutama bagi warga kampung dan perumahan. Namun AH Thony mengapresiasi saat ini tinggal menunggu hasil lelang angkutan feeder, angkutan pengumpan menuju Suroboyo Bus.

Sebanyak 36 unit angkutan feeder dengan fasilitas AC akan mulai dioperasikan tahun depan. Ini menjadi kabar baik agar masyarakat mau beralih ke angkutan massal yang lebih efektif dan efisien. Termasuk bisa berhemat waktu dibandingkan dengan naik kendaraan atau motor sendiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved