Pesawat TNI AL Jatuh

Istri Pilot Pesawat TNI AL yang Jatuh di Selat Madura Tengah Hamil 9 Bulan, Bibi: Mau Melahirkan

Istri pilot pesawat TNI AL yang jatuh di Selat Madura hamil sembilan bulan, Bibi: Sudah mau melahirkan. Berharap Yudistira Eka Permadi ditemukan.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
istimewa
Ilustrasi pesawat latih TNI AL - Pesawat latih jenis G-36 Bonanza T-2503 milik TNI AL, dilaporkan jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Selat Madura, Rabu (7/9/2022) sekitar pukul 09.30 WIB. 

Setahu Eni, Lettu Laut (P) Yudistira Eka Permadi berasal dari Kabupaten Bondowoso. Semenjak menikah dengan VI sekitar setahun lalu, pilot yang menjabat Wadan Pesud 2 Flight II Ron 200 itu, tinggal serumah dengan mertuanya. 

Ia berharap suami dari keponakannya itu dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat, oleh tim penyelamat TNI AL dan pihak instansi jajaran terkait yang ikut melakukan pencarian. 

Eni mengaku tak kuasa membayangkan betapa terpukulnya sang keponakan dengan adanya insiden tersebut, apalagi kini VI dalam keadaan mengandung anak pertama dengan usia kehamilan sembilan bulan. 

"Benar hamil sembilan bulan. Sudah mau melahirkan. Maunya minggu depan, kalau nggak salah tanggal 1. Kalau enggak akhir ini (bulan) ya tanggal 1 (Oktober). Iya (9 bulan) kata dokternya gitu," ungkapnya. 

Beberapa cerita yang didengar Eni, sebelum akhirnya terlibat dalam Latihan Perang di Koarmada II, pada Rabu pagi, Lettu Laut (P) Yudistira Eka Permadi sempat terlibat serangkaian proses latihan pada Selasa (6/9/2022) untuk mempersiapkan pertunjukan latihan perang yang dilangsungkan pada hari ini. 

Bahkan, dalam latihan tersebut, Lettu Laut (P) Yudistira Eka Permadi terlibat dalam sebuah aktivitas penyelaman ke dalam laut. 

Pengalaman melihat keanekaragaman makhluk hidup di dasar laut sepanjang proses latihan itu, sepertinya dirasa berkesan baginya. Sehingga Lettu Laut (P) Yudistira Eka Permadi begitu tak sabar menceritakan pengalaman tersebut kepada orang-orang serumah, yakni sang istri dan mertuanya. 

"Kemarin katanya juga iya latihan. Katanya kemarin sampai masuk laut katanya itu mamanya. Sampai nyelam nyelam. 'Ow itu kura-kura hidup' gitu orangnya (menceritakan latihan). Sampai ke dalam lumpur, katanya gitu. Iya jadi dia menceritakan ke istri (pengalaman itu), kemudian istri cerita ke oma (mertua)," pungkasnya. 

Sementara itu, hingga kini, belum ada perkembangan terbaru mengenai hasil proses pencarian Pilot Pesawat TNI AL jenis G-36 Bonanza T-2503, Lettu Laut (P) Yudistira Eka Permadi, dan Co-pilot Letda Laut (P) Dendy Kresna Bakti Sabila

Sekadar diketahui, pesawat latih jenis G-36 Bonanza T-2503 milik TNI AL, dilaporkan jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Selat Madura, Rabu (7/9/2022) sekitar pukul 09.30 WIB.

Insiden tersebut dilaporkan sesaat setelah pesawat itu terlibat dalam latihan tempur dengan KRI milik jajaran Koarmada II

Kadispen Koarmada II, Letkol Asep Aryansyah, mengatakan, musibah kecelakaan tersebut terjadi saat pesawat melaksanakan latihan dengan KRI di jajaran Koarmada II.

''Penyebab jatuhnya pesawat T-2503 masih belum diketahui. Saat ini, TNI Angkatan Laut terus melakukan berbagai upaya," kata Asep, dalam keterangan pers, Rabu (7/9/2022).

Langkah yang dilakukan, lanjut dia, yakni mengerahkan 7 KRI, 1 Pesawat Udara CN235, 2 helikopter, 2 KAL, 2 Tim Kopaska, dan 2 Tim Penyelam. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved