Breaking News:

Berita Gresik

Tambang Ilegal di Benjeng Digrebek Satreskrim Polres Gresik, Empat Orang Diamankan, Siapa Saja?

Tambang ilegal di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng kembali beroperasi. Unit Tipiter Satreskrim Polres Gresik melakukan penggerebekan.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Penggerebekan aktivitas tambang ilegal di Desa Metatu, Benjeng, Kamis (8/9/2022) malam 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sebuah tambang ilegal di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng kembali beroperasi. Unit Tipiter Satreskrim Polres Gresik melakukan penggerebekan.

Sebanyak empat orang diamankan ke kantor polisi.

Penggerebekan dibantu anggota Sat Sabhara Polres Gresik menghentikan aktivitas tambang galian C di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng. Mereka nekat beroperasi diduga tanpa mengantongi izin.

Penggerebekan dipimpin Kanit Tipiter Polres Gresik, Ipda Aji Prakoso Tripakoso. Saat itu alat berat sedang bekerja di area tambang ilegal yang berada di lahan pertanian. Petugas datang segala aktivitas langsung berhenti.

Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro membenarkan penggerebekan tambang ilegal tersebut.

"Ada empat orang yang kami amankan," kata Wahyu, Jumat (9/9/2022).

Empat orang yang diamankan memiliki peran masing-masing. Mulai dari bagian penangung jawab galian C, satu orang bagian checker, satu orang supir truk dan satu orang supir alat berat excavator. Mereka berempat saat ini masih berstatus saksi dan masih dilakukan pemeriksaan. Sejumlah barang bukti turut diamankan dari lokasi kejadian.

"Barang bukti yang kami amankan satu unit truck, satu unit alat berat excavator dan kami pasang garis polisi di lokasi," terangnya.

Baca juga: Petisi Dukungan Tolak Tambang Emas di Trenggalek Kembali Ramai, Bupati Mas Ipin: Masyarakat Terancam

Di sisi lain, Ketua Front Pembela Suara Rakyat (FPSR), Aris Gunawan mendesak agar para pelaku kejahatan perusak lingkungan di hukum sesuai aturan undang - undang yang berlaku.

"Pihak kepolisian harus lebih tegas dalam menangani kasus tambang ilegal tersebut yang mengakibatkan kerusakan lingkungan," tambah Aris.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved