Berita Lumajang

Hujan Simpati agar Anang Ahmad Tak Mundur sebagai Ketua DPRD Lumajang, Gus Muhaimin Berkomentar

Hujan simpati agar Anang Ahmad Syaifuddin tak mundur dari jabatan Ketua DPRD Lumajang, Gus Muhaimin turut berkomentar.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Tony Hermawan
Anang Ahmad Syaifuddin, Ketua DPRD Lumajang, memutuskan mundur dari jabatan usai salah melafalkan teks Pancasila. Pengumuman itu disampaikan saat rapat DPRD Lumajang dengan agenda pembahasan Raperda anggaran APBD tahun 2022, Senin (12/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Beredar video di media sosial Facebook dan status WhatsApp masyarakat Lumajang, yang menyayangkan Anang Ahmad Syaifuddin mundur dari jabatan Ketua DPRD Lumajang.

Sejumlah kepala desa, organisasi masyarakat, termasuk tokoh pemuda mencegah agar Anang Ahmad Syaifuddin tidak mengambil keputusan tersebut.

Anang Ahmad Syaifuddin sebelumnya mengumumkan keputusan mundur dari jabatan Ketua DPRD Lumajang, usai terekam video salah melafalkan 5 butir Pancasila saat menemui massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), ketika melakukan aksi demo kenaikan harga BBM di ruang paripurna.

Belakangan, video tersebut viral. Hingga akhirnya Anang Ahmad Syaifuddin mengambil keputusan mundur dari jabatannya.

"Saya keberatan atas mundurnya bapak Anang. Kami mengakui kesalahan itu manusiawi, tapi saya angkat topi setinggi-tingginya atas kebesaran hati beliau atas integritas beliau, hanya karena masalah cukup sepele sampai mengambil keputusan mengundurkan diri. Integritas beliau menginspirasi bagi pejabat-pejabat lain," kata Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Lumajang, Gus Naufal, Senin (12/9/2022).

Rasa simpati menentang Anang Ahmad Syaifuddin mundur dari jabatan juga bergulir dari Hermansyah, Kepala Desa Bedayu Talang di Kecamatan Senduro, Lumajang.

Bentuk penentangan itu digulingkan Hermansyah lewat video yang disebar di status WhatsApp dan Facebook.
 
"Masyarakat Lumajang masih membutuhkan kepemimpinan beliau karena humble, santun, dan merakyat. Oleh karena itu saya menolak beliau mundur, lanjutkan sampai 2024 selesai," ujarnya.

Sikap penolakan juga dibuat oleh Syamsul Arifin, Kepala Desa Banjarwaru di Kecamatan Lumajang. Dia meminta Anang Ahmad Syaifuddin mencabut keputusan mundur dari jabatan. Sebab Lumajang membutuhkan sosok kepempimpinan Anang Ahmad Syaifuddin.

Baca juga: Pesan Anang Ahmad Syaifuddin untuk Mahasiswa usai Umumkan Mundur dari Jabatan Ketua DPRD Lumajang

Selain dari kelompok masyarakat, rupanya keputusan Anang Ahmad Syaifuddin juga dilirik oleh Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar.

Pria yang karib disapa Gus Muhaimin itu membuat tweet di akun Twitter-nya bahwa manusia itu tempatnya salah dan lupa. Maka seharusnya membaca Pancasila kurang 1 kata tidak seharusnya dianggap kesalahan fatal.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Lumajang

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved