Berita Gresik

Kelicikan Pria Gresik Nekat Buang Istrinya di Tepi Jalan, Malah Berharap Diambil Keluarga

Mayat istri yang dibuang di tepi jalan Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik memang sengaja dibuang

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Tersangka pelaku pembuangan jenazah istri saat press release di halaman Mapolres Gresik, Senin (12/9/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Mayat istri yang dibuang di tepi jalan Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik memang sengaja dibuang.

Pelaku yang merupakan suami siri korban bernama Hendro Setiawan ingin jasad korban diambil oleh keluarganya di Lumajang.

Hendro Setiawan (43) adalah suami siri korban Elly Prasetya Ningsih warga Yosowilangun, Lumajang. Hendro nekat membuang mayat istri sirinya itu di tepi jalan alternatif Dusun Ploso, Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Gresik dan baru ditemukan pada Rabu (7/9/2022).


Diketahui korban Elly nekat meninggalkan suami sah dan kedua anaknya di Yosowilangun, Lumajang tujuh tahun lalu. Alasannya, untuk mencari kerja. Setelah merantau hubungan rumah tangganya di Lumajang lost contact.

Elly pun jatuh hati dengan Hendro pria beristri dan memiliki tiga orang anak. Keduanya bertemu tahun 2016. Mereka menjalin hubungan dan pada akhir tahun 2016 menikah secara siri dan dikaruniai satu orang anak.

Hampir enam tahun menikah siri, hubungan keduanya retak. Sehingga Hendro nekat menghabisi nyawa Elly. Elly menghembuskan nafas terakhir pada Senin (5/9/2022) siang.

Baca juga: Jasad Wanita Dibuang di Gresik, Pembunuhnya Ternyata Pernah Diusir Warga, Gelagat Tercium?

Terdapat luka sayatan di kaki dan seperti pukulan di bagian kepala sehingga menyebabkan korban meninggal dunia. Mayat korban baru dibuang pada Selasa (6/9/2022) malam. Menggunakan sepeda motor Yamaha Mio J L 5956 ZI kemudian di tutup tas warna merah dan dibuang di tepi jalan begitu saja.

"Tujuannya agar mayat korban diambil oleh keluarganya di Lumajang," kata Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro, Selasa (13/9/2022).

Kurang dari sepekan Hendro diamankan di tempat persembunyiannya di Banyu Urip, Sawahan, Kota Surabaya. Pria asal Menganti itu masih belum bisa dimintai banyak keterangan dan terkesan kurang kooperatif.

Disinggung mengenai adanya pria idaman lain atau motif lainnya sebagai penyebab meninggalnya korban, Wahyu masih belum menjelaskan secara gamblang.

"Motif masih kami dalami," kata Wahyu

Saat ini Hendro terancam hukuman penjara. Akibat perbuatannya Hendro pun terancam dijerat pasal berlapis. Sesuai Pasal 338 Jo 351 ayat (3) Jo 181 KUHP. Mulai dari dugaan menghilangkan nyawa korban, penganiayaan yang mengakibatkan mati, hingga menghilangkan mayat dengan maksud menyembunyikan kematian. Ancaman hukuman mencapai 15 tahun.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved