Berita Tulungagung

Buruh Rokok dan Petani Tembakau di Tulungagung Bakal Dapat BLT dari DBHCT, Segini Nominalnya

Warga yang bekerja sebagai petani penanam tembakau akan mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT). Selain itu pekerja di sektor pengolahan produk tembakau

Penulis: David Yohanes | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Tony Hermawan
ILUSTRASI - Sanom, buruh tembakau saat menjemur tembakau, Senin (27/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM,  TULUNGAGUNG - Warga yang bekerja sebagai petani penanam tembakau akan mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Selain itu pekerja di sektor pengolahan produk tembakau, seperti pekerja linting rokok juga berhak menerima BLT ini. 

Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tulungagung, Suyanto, BLT ini diambil dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT).

"Kabupaten Tulungagung mendapat alokasi sekitar Rp 10 miliar," ujar Suyanto, Selasa (13/9/2022).

Menurutnya, semua pekerja dari sektor calon penerima sudah terdata.

Saat ini sudah ada lebih dari 7000 calon penerima BLT sektor pertembakauan ini.

Baca juga: Dana Rp 500 Juta Dianggarkan untuk Pelatihan Karyawan Pabrik Rokok Apache Asal Blitar yang Kena PHK

Mereka akan menerima Rp 200.000 per bulan, hingga Desember 2022.

"Untuk tahap awal ini mungkin akan diterimakan 2-3 bulan langsung," ucap Suyanto.

BLT ini diberikan sebagai kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi. Bedanya BLT ini langsung diambilkan dari DBHCT.

Diharapkan BLT ini bisa meringankan beban para petani tembakau dan pekerja di industri tembakau, di tengah kenaikan harga BBM bersubsidi.

Sebelumnya sebanyak 83.431 warga telah masuk dalam daftar penerima BLT BBM.

Mereka adalah Kelurga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang berasal dari Kementerian Sosial. 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved