Penangkapan DPO Pencabulan Jombang

Sidang Lanjutan Mas Bechi Hadirkan Saksi Ahli Forensik, PH Pertanyakan Surat Visum, JPU: Mendukung

Sidang lanjutan Mas Bechi hadirkan saksi ahli forensik, penasihat hukum pertanyakan surat visum, JPU: Mendukung keterangan kami.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Terdakwa kasus dugaan pencabulan santri putri di ponpes Jombang, Moch Subchi Al Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (41) di Kantor Pengadilan Negeri Surabaya, Jumat (19/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Saksi ahli dokter forensik dihadirkan dalam sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi atas terdakwa kasus dugaan pencabulan santri putri di ponpes Jombang, Moch Subchi Al Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (41) di Ruang Sidang Cakra Kantor Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (28/9/2022).

Saksi yang dihadirkan dari pihak penasihat hukum (PH) terdakwa itu merupakan saksi ahli dokter forensik dari Laboratorium Forensik RSUD dr Soetomo Surabaya.

PH terdakwa Mas Bechi, I Gede Pasek Suardika mengatakan, saksi ahli tersebut dimintai tinjauannya atas sejumlah alat bukti yang berkaitan dengan hasil medis seperti visum korban. 

Dia mengatakan, terdapat tiga surat hasil visum yang melatarbelakangi laporan kasus dugaan pencabulan tersebut. 

Berdasarkan kesaksian dari saksi ahli forensik di depan Majelis Hakim, surat visum harus ada satu kali saja. Tidak boleh ada revisi atau perbaikan dalam bentuk apapun.

Sehingga, menurut I Gede Pasek Suardika, tatkala sebuah surat visum telah dikeluarkan, maka dokter pembuat visum harus mampu mempertahankan keabsahannya tanpa harus ada revisi ataupun semacamnya. 

"Kalau (surat hasil visum) sudah launching, yang namanya visum itu ya harus bertahan, kemudian berubah. Harusnya 1 kali saja. Sementara dalam kasus ini kan muncul 3 surat visum. Karena itulah perlu diproses secara hati-hati," ungkapnya. 

Saksi ahli tersebut juga meninjau secara detail hasil surat visum yang menyertakan dokumentasi bukti luka robek pada bagian sensitif korban.

Sementara itu, JPU sekaligus Kepala Kejari Jombang, Tengku Firdaus menganggap, kesaksian dari ahli yang dihadirkan oleh pihak PH terdakwa mendukung dakwaannya. 

"(Saksi ahli) Menjelaskan, malah mendukung keterangan kami. Jadi ada beberapa keterangan yang memperkuat keterangan kami. Misalnya soal kesalahan penulisan dalam visum, ada dikuatkan bahwa tidak pernah ada visum itu arah jarum jam 13, jadi dalam visum tidak pernah dikenal cuma dari jam satu sampai 12, 13, tidak dikenal," ungkapnya seusai sidang. 

Mengenai adanya surat hasil visum yang lebih dari sekali, Tengku Firdaus menerangkan, hal tersebut karena keputusan pihak rumah sakit yang tidak menolak adanya permintaan visum ulang yang diminta oleh penyidik. 

Baca juga: Kunjungan Kerja, Komisi Yudisial Pantau Sidang Mas Bechi atas Kasus Dugaan Pencabulan Santri Jombang

"(Mengenai 2 surat visum) Ada aturan formil dan materiil. Rumah sakit tidak bisa menolak, tidak bisa menolak permintaan visum yang diminta penyidik," pungkasnya. 

Di sisi lain, pendamping hukum korban, Nun Sayuti mengaku, pihaknya tidak berkompeten meninjau hasil sidang yang sedang bergulir belakangan ini. 

Apalagi saat ini sudah memasuki tahapan penjelasan dan peninjauan saksi ahli yang dihadirkan dari pihak PH terdakwa. 

"Tentu yang menentukan visum itu benar atau salah, lagi-lagi nanti hakim yang menilai itu semuanya. Jadi kami tidak menanggapi, dan yang menilai hakim. Alat bukti itu ada saksi, surat, ahli, petunjuk dan pengakuan. Saya dari awal yakin minimal 2 alat bukti itu telah terpenuhi," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved