Berita Surabaya

Stabilkan Harga Pasar untuk Tekan Inflasi, Pemkot Surabaya Beri Subsidi Angkutan Pangan Luar Kota

Stabilkan harga pasar, Pemkot Surabaya beri subsidi angkutan pangan dari luar kota, agar bisa menekan angka inflasi akibat kenaikan harga BBM.

Istimewa/TribunJatim.com
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meninjau Pasar Wisata Penjaringansari di Jalan Raya Pandugo, Surabaya, Minggu (25/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Antisipasi kenaikan angka inflasi, Pemkot Surabaya menyiapkan intervensi. Satu di antaranya dengan menjaga kestabilan harga komoditi pangan di pasar.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjelaskan, ada potensi kenaikan harga di pasar, imbas kenaikan harga BBM. Mengingat, meningkatnya biaya distribusi (jasa angkutan).

Apabila harga pangan naik, maka berpotensi ikut mengungkit angka inflasi di Kota Pahlawan. Oleh karenanya, pihaknya mengantisipasi hal ini dengan menyiapkan anggaran subsidi angkutan yang biasa membawa komoditi dari luar kota.

Harapannya, harga dari petani dan di pasar tak terpaut jauh.

"Kami sudah siapkan (anggarannya). Sebab, memang ada kenaikan (harga di pasar) karena kenaikan harga BBM, maka kami bayar transportasinya," kata Eri Cahyadi di Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

Pemberian subsidi untuk angkutan dari luar kota akan dilakukan melalui kerja sama antarpemerintah daerah. Nantinya, Pemkot Surabaya akan menggandeng pemda penghasil pertanian.

Saat ini, Eri Cahyadi telah menginstruksikan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Surabaya untuk mendata jenis komoditi, harga, dan daerah penyuplai. Termasuk, rataan kebutuhan di Surabaya.

Dari hasil pendataan tersebut, pihaknya akan berkomunikasi dengan daerah produsen. Selanjutnya, kerja sama akan dilakukan.

"Nah, kami kerja sama dengan pemdanya. Kalau telur dari Blitar, bawang merah dari Nganjuk, ataupun komoditi lainnya, maka kami akan bayar biaya angkutannya," katanya.

Selain menjaga harga komoditi di pasar, pihaknya juga rutin melakukan operasi pasar. Ini dilakukan jauh sebelum kenaikan harga BBM.

Di dalam operasi pasar, harga barang yang dijual berada di bawah pasaran.

"Tentunya, operasi pasar akan terus kami lakukan," katanya.

Baca juga: Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Lumajang Terpaksa Pertipis Ukuran: Dulu 5 Cm, Sekarang 3 Cm

Selain menjaga harga pasar, pemkot juga meningkatkan ekonomi dengan menyiapkan wisata lokal. Harapannya, wisatawan bisa tetap berada di dalam negeri, bahkan wisatawan asing bisa datang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved