Tragedi Arema vs Persebaya

500 Aremania Tulungagung Dikabarkan Berangkat ke Kanjuruhan, Data Sementara 5 Orang Meninggal

Lima orang Aremania asal Tulungagung menjadi korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan saat laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, pada Sabtu (1/10/2022).

Penulis: David Yohanes | Editor: Ndaru Wijayanto
KOMPAS.com/Suci Rahayu
Pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC dan Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Sabtu (1/10/2022) berlangsung panas. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Lima orang Aremania asal Tulungagung menjadi korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan saat laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, pada Sabtu (1/10/2022).

Jumlah ini belum final, karena polisi masih melakukan pendataan dari Polsek-Polsek jajaran.

Lima korban rata-rata masih berusia remaja berstatus pelajar.

Mereka adalah Faiz al Fikkry (18) warga Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Siswa SMKN 1 Rejotangan.

Aura Maulidha (18) siswi SMKN 1 Bandung, warga Desa Suruhanlor, Kecamatan Bandung.

Mohammad Haikal Maulana (18) siswa SMKN 2 Tulungagung, warga Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol

Herlangga Aditama Putra (18) siswa SMAN 1 Kauman, warga Desa Wonokromo, Kecamatan Gondang.

Korban terakhir yang terdata bernama Indhi Rahma Putri (20), asal Desa/Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung.

Baca juga: Nyawa Orangtuanya Tak Tertolong, Bocah 11 Tahun Ini Lolos dari Maut saat Kerusuhan di Kanjuruhan

Menurut salah satu Aremania Ngunut, Hendra Oktaviano, ada sekitar 500 Aremania Tulungagung yang berangkat ke Malang.

Titik kumpul ada di Pabrik Kunir Desa Kaliwingu, Kecamatan Ngunut dengan dua kali pemberangkatan.

"Pertama berangkat pukul dua (14.00 WIB), kedua berangkat pukul tiga (15.00 WIB)," ujar Hendra yang dianggap senior di Aremania Ngunut.

Pemberangkatan ada yang menggunakan sepeda motor, ada pula yang menggunakan mobil.

Aremania Ngunut diminta mengkoordinasikan, karena keberangkatan dilakukan dari Ngunut.

Namun diakui Hendra, ada Aremania yang berangkat di luar rombongan.

"Seperti korban yang di Desa Gilang, itu tidak berangkat dengan kami," ujarnya.

Hendra juga belum dapat angka pasti jumlah korban Aremania Tulungagung.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved