Tragedi Arema vs Persebaya
Bek Arema Akhirnya Kuak Momen Ngeri Kericuhan Kanjuruhan, 5 Jam di Kamar Ganti: Koridor Penuh Darah
Bek Arema FC, Sergio Silva mengungkapkan momen ngeri kala ia dan pemain lainnya berada di dalam ruang ganti Stadion Kanjuruhan saat kericuhan terjadi.
Penulis: Elma Gloria Stevani | Editor: Arie Noer Rachmawati
"Kami melihat indikasi beberapa suporter (masuk) ke lapangan. Saya pikir banyak yang datang untuk memberi dukungan dan bukan untuk menyerang. Tetapi lebih baik pergi ke ruang ganti."
Setelah masuk ke ruang ganti, para pemain Arema FC tidak tahu banyak tentang kondisi yang terjadi di luar.
Baca juga: Gercep, Manajemen Arema FC Siapkan Crisis Center dan Santunan untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
Mereka juga tidak merasa benar-benar aman di dalam ruang ganti tersebut.
"Kami menghabiskan empat atau lima jam di ruang ganti, dijaga dengan meja dan kursi yang menahan pintu," terangnya.
Lebih lanjut, Sergio Silva mengungkapkan kerabat dari salah satu ofisial Arema FC turut meninggal dunia dalam tragedi tersebut.
Ia membeberkan momen mengerikan yang terjadi di stadion tersebut.
"Semua orang yang tewas dan terluka dievakuasi. Beberapa orang meninggal di dekat pemandian. Kami juga tahu kerabat salah satu asisten kami meninggal," katanya.
"Saya hanya bisa menyebutkan skenario mengerikan, kehancuran, perang, mobil polisi terbakar, semuanya rusak, koridor penuh dengan darah, sepatu orang-orang. Tidak ada hubungannya dengan sepak bola."
Baca juga: TERUNGKAP, Laga Arema FC Vs Persebaya Sudah Diusulkan Digelar Sore, tapi Ditolak
Berita seputar Tragedi Arema vs Persebaya lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com