Berita Jatim

Dua Orang Pelaku Klaim Fiktif BPJS Ketenagakerjaan Berhasil Ditangkap

Dua orang pelaku klaim fiktif BPJS Ketenagakerjaan berhasil ditangkap oleh Polda Jatim.

Editor: Ndaru Wijayanto
www.bpjsketenagakerjaan.go.id
Ilustrasi - Dua orang pelaku klaim fiktif BPJS Ketenagakerjaan berhasil ditangkap. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) mengapreasiasi gerak cepat tim Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Jatim yang berhasil menangkap dua orang pelaku klaim fiktif manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kematian (JKM).

Kasus ini berawal dari dua laporan BPJAMSOSTEK terkait dugaan manipulasi data kependudukan dan pemalsuan dokumen persyaratan klaim yang dilakukan oleh masing-masing pelaku.

"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dari tim Krimsus Polda Jatim atas kasus ini, karena tidak membutuhkan waktu lama sejak kami membuat laporan, para pelaku sudah bisa tertangkap,"ungkap Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJAMSOSTEK, Oni Marbun.

Menurut keterangan dari Polda Jatim, masing-masing pelaku ditangkap di tempat yang berbeda. Pelaku berinisial DS ditangkap di daerah Karanganyar Jawa Tengah, sementara pelaku lain yang berinisial AH alias CAH berhasil dibekuk di rumahnya di Sidoarjo Jawa Timur.

Kini keduanya telah diamankan dan resmi ditetapkan sebagai tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca juga: Tingkatkan Kepatuhan Badan Usaha, BPJS Ketenagakerjaan Jalin PKS dengan Kejaksaan Negeri se Jatim

Modus operasi yang digunakan pelaku DS adalah dengan memalsukan biodata dan foto pada KTP elektronik, Kartu Keluarga yang dijadikan sebagai persyaratan untuk pengajuan klaim JHT.

Atas perbuatannya tersebut, DS dijerat pasal 94 Jo. Pasal 77 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan atau Pasal 378 KUHP.

Sementara itu, pelaku AH alias CAH diketahui memalsukan dokumen persyaratan klaim JKM yang dilakukan di beberapa cabang BPJAMSOSTEK di wilayah Jawa Timur. Setelah dilakukan pemanggilan terhadap beberapa saksi, Polda Jatim telah menaikkan kasusnya ke tahap penyidikan.

Oni Marbun menegaskan, BPJAMSOSTEK akan terus bekerja sama dengan pihak Kepolisian untuk menindak tegas seluruh pihak yang melakukan kecurangan maupun tindak pidana yang dapat merugikan peserta.

"Kami terus berupaya untuk menjaga amanah dari para pekerja. Ini merupakan bukti komitmen BPJAMSOSTEK untuk memastikan bahwa seluruh manfaat yang kami berikan diterima oleh orang yang berhak. Kami juga akan terus meningkatkan sistem keamanan sehingga kasus serupa tidak terjadi lagi," tandasnya.

Baca juga: Tak Patuhi Aturan, Perusahaan Pemberi Kerja Kena Sidak BPJS Ketenagakerjaan dan DPMPTSP Jawa Timur

Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jawa Timur Deny Yusyulian menambahkan, pihaknya juga mengapresiasi kesigapan Polda Jatim dalam mengungkap kasus ini.

“BPJAMSOSTEK tidak mentolelir berbagai tindak penipuan dan pemalsuan dokumen, jika ditemukan indikasi maka akan langsung dilaporkan ke pihak berwajib," tegasnya.

Pihaknya berharap pelaku penipuan dapat diberikan hukuman yang memberikan efek jera. "Ini penting, agar kejadian serupa tidak terulang lagi," imbuhnya Deny Yusyulian.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved