Tragedi Arema Vs Persebaya
Penyebab Tragedi Kanjuruhan Bukan Suporter Masuk Lapangan? ini Kata Komnas HAM, Ulah Security Dikuak
Komnas HAM baru-baru ini mengungkap penyebab insiden kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pascapertandingan Arema melawan Persebaya.
Penulis: Ani Susanti | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM - Masuknya suporter ke lapangan sempat disebut sebagai penyebab terjadinya Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 131 orang.
Namun, tidak demikian dengan hasil penelusuran Komnas HAM.
Komnas HAM baru-baru ini mengungkap penyebab insiden kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur .
Dari hasil penelusurannya yang terjun langsung ke lapangan, Komnas HAM menyatakan bahwa kerusuhan yang terjadi di Kanjuruhan tidak ditimbulkan karena suporter yang masuk ke lapangan.
Diketahui, memang ada dua orang suporter Arema FC yang turun dari tribun penonton tepatnya yang berada di bawah papan skor setelah pertandingan derby Jawa Timur itu usai.
Lalu, aksi tersebut diikuti oleh suporter Arema FC lainnya yang dari tribun berbeda.
Baca juga: Lakukan Investigasi Tragedi Kanjuruhan Malang, TGIPF Beber Sejumlah Temuan yang Didapat
Dari yang awalnya hanya dua orang, menjadi ratusan yang turun ke lapangan.
Aksi suporter turun ke lapangan inilah yang ditengarai jadi alasan bagi aparat keamanan untuk meningkatkan tahapan penanganan.
Dari yang semula hanya mengamankan beberapa suporter yang masuk ke lapangan, sampai kemudian menembakkan gas air mata, dalam Tragedi Kanjuruhan Malang ini.
Namun demikian, Komisioner Komnas HAM Bidang Pemantauan/Penyelidikan Choirul Anam membantah hal tersebut.
“Kalau ada yang bilang eskalasi penanganan itu timbul karena suporter merangsek masuk ke dalam lapangan, sampai sore (5/10), kami mendapat informasi tidak begitu kejadiannya,” kata Anam dikutip dari Kompas.com pada Kamis (6/10/2022) .
Baca juga: Lirik Lagu Kanjuruhan - Iwan Fals, Trending di YouTube: Salam Satu Jiwa untuk Sang Sepi

Anam menyatakan demikian berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan pihaknya kepada saksi mata yakni suporter yang turun ke lapangan dan para pemain Arema FC.
Berdasarkan hasil pemeriksaannya itu, tidak ada niat sama sekali dari pihak suporter untuk membuat suasana di Kanjuruhan pasca pertandingan menjadi rusuh, meski Arema FC menelan kekalahan.
Sebaliknya, lanjut Anam, suporter yang turun ke lapangan itu hanya ingin memberikan semangat kepada para pemain Arema FC.
Hal tersebut, kata Anam, dibuktikan oleh para pemain Arema FC yang tidak mengalami luka sedikit pun, atau perlakuan tidak mengenakkan dari suporter.