Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Tragedi Arema Vs Persebaya

Penyebab Tragedi Kanjuruhan Bukan Suporter Masuk Lapangan? ini Kata Komnas HAM, Ulah Security Dikuak

Komnas HAM baru-baru ini mengungkap penyebab insiden kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pascapertandingan Arema melawan Persebaya.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/PURWANTO
Potret kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. Terungkap penyebab tragedi Kanjuruhan bukan karena suporter masuk lapangan? 

“Jadi ada constraint (batasan) waktu antara 15 sampai 20 menit pasca-wasit meniup peluit panjang, itu suasana masih terkendali walaupun banyak suporter yang masuk ke lapangan,” ujar Anam.

Baca juga: Ketua Panpel Arema FC Minta Usut Tuntas Kandungan Gas Air Mata dan Autopsi Korban Kanjuruhan: Tolong

Temuan Komnas HAM tersebut membantah klaim aparat keamanan yang sebelumnya menyebut bahwa aksi suporter masuk ke lapangan untuk menyerang para pemain sebagai bentuk melampiaskan kekalahan dari Persebaya.

“Kalau ada yang bilang mereka mau menyerang pemain, kami sudah ketemu dengan para pemain dan para pemain ini bilang tidak ada kekerasan terhadap mereka," tutur Anam.

“Para pemain (Arema FC) tidak mendapat ancaman dan caci maki, mereka cuma bilang bahwa suporter memberikan semangat kepada para pemain. Ini pemain yang ngomong begitu ke kami."

Dengan demikian, Anam berharap hasil temuan awal Komnas HAM tersebut bisa menjadi gambaran bagi para korban dan masyarakat yang penasaran dengan peristiwa yang terjadi sebenarnya.

“Jadi ini penting yang untuk meluruskan. Jangan sampai ada lagi yang bilang bahwa tindakan itu gara-gara suporter merangsek ke lapangan dan mengancam pemain, tidak begitu," kata Anam.

Baca juga: Polri Jamin 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Tak Kabur dan Mangkir? Bakal Diperiksa Lagi Pekan Depan

Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Abdul Haris mengaku telah memerintahkan pada Security Officer agar semua pintu di Stadion Kanjuruhan dibuka 5 atau 10 menit sebelum pertandingan usai.

Menurut Abdul Haris hal itu disampaikan saat pengarahan.

"Begitu juga briefing Pak Suko, saya sampaikan ini laga big match tolong semua pintu terbuka, 5 menit atau 10 menit pertandingan usai, pintu harus terbuka, itu sesuai dengan prosedur dan harus dilaksanakan," kata Abdul Haris di Kantor Arema FC, Jumat (7/10/2022).

Soal video viral kondisi pintu 13 yang tertutup ketika tragedi terjadi, Abdul Haris belum bisa memastikan kebenaran hal tersebut.

Namun, melalui rekaman video CCTV yang ada di Stadion Kanjuruhan, kondisi pintu ketika tragedi terjadi seharusnya dapat diketahui.

"Jadi sesuai SOP, pintu itu semua harus terbuka, kalau memang ada, mohon maaf, oknum yang menutup, kan itu ada CCTV, di situ CCTV ada semua, mulai pertandingan, kick off sampai pertandingan selesai ada, silahkan dibuka CCTV," katanya.

Update, korban meninggal dunia akibat tragedi Kanjuruhan Malang bertambah menjadi 174 jiwa.
Update, korban meninggal dunia akibat tragedi Kanjuruhan Malang bertambah menjadi 174 jiwa. (AFP)

Abdul Haris menjelaskan, ada penjaga di setiap pintu stadion, baik dari portir dan aparat.

"Karena ada portir yang menjaga setiap pintu di situ, di situ juga ada pam (pengamanan) dari kepolisian di tiap pintu, saya selaku ketua panpel, saya ada di tengah," katanya.

Abdul Haris juga menyampaikan bahwa dirinya sudah mendapat laporan dari Security Officer, Suko Sutrisno bahwa semua pintu saat itu telah terbuka.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved