Berita Nganjuk
Berhasil Kembangkan Budidaya Tanaman Kentang Granula, Pemda Apresiasi Petani di Lereng Gunung Wilis
Keberhasilan petani lereng Gunung Wilis mengembangkan tanaman kentang varietas Granula diapresiasi Pemerintah Daerah.
Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Arie Noer Rachmawati
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz
TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Keberhasilan petani lereng Gunung Wilis mengembangkan tanaman kentang varietas Granula diapresiasi Pemerintah Daerah.
Kali ini apresiasi diberikan Pemerintah Kecamatan Ngetos kepada petani di Dusun Salamjudeg Desa Blongko Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk.
Camat Ngetos Kabupaten Nganjuk, Widi Cahyono menjelaskan, komoditas tanaman kentang varietas Granula yang dibudidayakan kelompok tani Wilis Margo Mulyo tersebut mampu menghasilkan 12 ton per hektare buah kentang varietas Granula.
Di mana di wilayah tersebut para petani mampu mengembangkan budidaya kentang di lahan seluas antara 2 hekttar sampai 3 hektar pertahun.
"Tentunya dengan hasil per hektar tanaman kentang jenis Granula mencapai 12 ton pehektar, maka cukup besar hasil panen yang didapat petani dengan luasan 2 sampai 3 hektar tersebut," kata Widi Cahyono, kemarin.
Dikatakan Widi, potensi yang luar biasa tersebut patut diapresiasi.
Baca juga: Asyik Pesta Sabu di Kamar Kos, Pemuda di Nganjuk Dicokok Polisi, Diduga Juga Jadi Pengedar
Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk mendorong para petani dalam mengembangkan produk pertanian, khususnya kentang sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan perekonomian.
"Benteng terakhir penanganan perekonomian dari mata pencaharian Pertanian. Alhamdulillah usaha sektor pertanian masih eksis khusunya para petani kentang di Kecamatan Ngetos yang menjadi satu-satunya petani budidaya kentang di wilayah Kabupaten Nganjuk," ucap Widi.
Sementara PPL Kecamatan Ngetos, Masduki menjelaskan, pihaknya juga bersinergi dengan seluruh instansi terkait untuk bersama-sama mendampingi dan mendorong petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Ngetos.
"Kami intensif melakukan komunikasi, koordinasi dan pembinaan kepada pemerintah desa untuk membantu para petani dalam mengembangkan budidaya tanaman kentang varietas Granula di wilayah Kecamatan Ngetos," kata Masduki.
Sedangkan salah satu petani tanaman kentang jenis Granula, Sukadi mengaakan, kentang varietas Granula merupakan demplot kedua yang sukses dikembangkannya pada 2013.
Sebelumnya, pada tahun 2010 pihaknya mencoba budidaya kentang dengan varietas Atlantic, namun gagal.
Baca juga: Formasi PPPK 2022 di Nganjuk Masih untuk Tenaga di Tiga Bidang, Guru Jadi Paling Banyak
Dari keberhasilan budidaya tanaman kentang tersebut, menurut Sukati, pihaknya tidak lepas dari kendala yang di hadapi dan muncul.
Salah satunya dalam proses pengolahan tanah yang belum optimal.