Cuaca Jatim Hari Ini

Cuaca Jatim Hari Ini, Jumat 21 Oktober 2022: WASPADA Hujan Petir di Gresik, Sidoarjo dan Kota Malang

Simak prakiraan cuaca Jatim hari ini Jumat, 21 Oktober 2022. Waspada hujan petir turun pada siang hari di wilayah Jombang dan Kabupaten Mojokerto.

Istimewa
Prakiraan cuaca Jatim hari ini Jumat, 21 Oktober 2022. 

TRIBUNJATIM.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Juanda merilis prakiraan cuaca Jatim hari ini Jumat, 21 Oktober 2022.

Cuaca Jatim hari ini diramalkan cerah berawan, hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat.

Pada pagi hari hujan petir akan melanda Kabupaten Mojokerto dan Trenggalek.

Hujan ringan akan terjadi di sejumlah daerah di antaranya Batu, Kabupaten Kediri, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Pacitan, Sidoarjo, dan Sumenep.

Kemudian pada siang hari, waspada potensi terjadinya hujan petir di Batu, Bojonegoro, Gresik, Jember, Kota Malang, Lamongan, Nganjuk, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Trenggalek, dan Tulungagung. Hujan ringan akan mengguyur Banyuwangi, Jombang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Madiun, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Mojokerto, Lumajang, Magetan, Ngawi, Situbondo dan Tuban.

Beralih pada malam hari, hujan diselingi petir juga diprediksi akan melanda Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Magetan, Pacitan, Ponorogo, dan Trenggalek. Pada dini hari, Kabupaten Kediri, Kota Blitar, dan Nganjuk akan diselimuti kabut.

 

 

Untuk Kota Surabaya, BMKG memprakirakan akan hujan ringan pada pagi hari, hujan petir pada siang hari, dan kembali cerah berawan pada malam dan dini hari.

Suhu Kota Pahlawan hari iniberkisar di antara 25 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembapan 65 hingga 95 persen.

BMKG Juanda sebut Jatim berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Sidoarjo menyebutkan jika sejumlah wilayah di Jawa Timur berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi selama sepekan ke depan.
 
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan dalam keterangan pers, Senin, menyampaikan berdasarkan analisis kondisi iklim wilayah Jawa Timur saat ini memasuki masa peralihan atau pancaroba dan awal musim hujan.
 
"Kondisi dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur masih cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan," ujarnya.
 
Ia mengatakan hasil analisis dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur terkini menunjukkan adanya pola konvergensi serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan.
 
"Aktifnya fenomena gelombang atmosfer Equatorial Rossby, serta suhu muka laut di perairan Jawa Timur masih hangat dengan anomali antara +0.5 sampai dengan +2.5 derajat celsius sehingga pasokan uap air akan semakin banyak di atmosfer," ucapnya.
 
Kondisi tersebut, kata dia, mempengaruhi pembentukan awan Cumulonimbus yang semakin intens dan dapat mengakibatkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung dan hujan es.
 
"Beberapa wilayah yang patut diwaspadai memiliki potensi cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, hujan es maupun tanah longsor untuk wilayah dataran tinggi untuk periode tanggal 17-22 Oktober 2022," katanya.
 
Ia merinci sejumlah wilayah yang berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kabupaten dan Kota Madiun, Magetan, Ponorogo, Ngawi, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten dan Kota Kediri.

Berikutnya, Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten dan Kota Malang, Batu, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten dan Kota Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Jember, Banyuwangi, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.
 
"Masyarakat diimbau untuk melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan saluran irigasi atau sungai-sungai, memangkas dahan dan ranting pohon yang rapuh atau lapuk, menertibkan baliho semipermanen, serta selalu waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi," tuturnya.

---

Berita Jatim dan Berita Seleb lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved